BATAM — Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Tanjungpinang meningkatkan status siaga darurat dengan mengerahkan seluruh personel dan sarana pendukung selama 24 jam penuh. Kewaspadaan ini dinaikkan menyusul potensi perubahan cuaca di laut yang dipengaruhi fenomena iklim di wilayah perairan Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang Fazzli mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi laut yang dinamis. Menurutnya, wilayah Kepri yang didominasi perairan memiliki tingkat aktivitas masyarakat yang sangat tinggi, sehingga potensi kedaruratan pun meningkat.
Armada Laut Disiagakan di Tiga Titik Strategis
Untuk mendukung operasi penyelamatan, SAR Tanjungpinang menyiagakan sejumlah kapal di tiga lokasi utama, yakni Batam, Tanjungpinang, dan Kabupaten Lingga. Pos siaga SAR juga tersebar di Tanjung Balai Karimun, Batam, Tanjungpinang, dan Lingga.
"Kami siaga 24 jam, baik personel maupun kapal-kapal SAR dan sarana lainnya. Apabila terjadi kedaruratan, kami langsung siap melaksanakan penyelamatan," ujar Fazzli di Batam, Jumat.
Dua Helikopter Disiapkan untuk Operasi Udara
Dukungan operasi dari udara turut disiapkan dengan menempatkan dua unit helikopter di Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Tanjungpinang. Keberadaan armada udara ini dinilai krusial untuk mempercepat proses pencarian korban di tengah luasnya wilayah perairan Kepri.
28 Operasi SAR Sepanjang 2026, Didominasi Kecelakaan Laut
Data Kantor SAR Tanjungpinang mencatat, sejak Januari hingga akhir Juli 2026 telah dilaksanakan 28 operasi SAR. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 operasi merupakan kecelakaan laut, sedangkan delapan operasi lainnya merupakan penyelamatan kondisi membahayakan manusia.
Sepanjang periode tersebut, tim SAR berhasil menyelamatkan 45 orang. Sementara itu, 10 korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan enam orang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Fazzli menambahkan, kesiapsiagaan ini merupakan bentuk antisipasi dini agar potensi korban jiwa dapat ditekan seminimal mungkin. "Saat ini yang kami waspadai adalah perubahan cuaca di laut. Wilayah Kepri didominasi perairan dengan aktivitas masyarakat yang sangat tinggi, sehingga kami terus meningkatkan kesiapsiagaan," katanya.