BATAM — TPQ Namirah Cahaya Garden mencatatkan sejarah baru dengan meluluskan 18 santri pada Khataman dan Imtihan Angkatan ke-7, Minggu (16/8/2026). Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang perjalanan lembaga pendidikan Al-Qur'an di kawasan Bengkong itu.
Rangkaian acara diawali dengan tawasul kepada pendiri metode Qira'ati, dilanjutkan lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW yang diiringi hadroh serta pawai santri. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala TPQ Namirah, Kyai Kafidil Ulum.
Rekor Baru 18 Santri Khataman, Bukti Kepercayaan Masyarakat Meningkat
Jumlah 18 santri yang mengikuti khataman menjadi sorotan utama dalam kegiatan tahun ini. Angka tersebut melampaui capaian angkatan-angkatan sebelumnya dan dinilai sebagai indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di TPQ Namirah.
Saat ini, TPQ Namirah tercatat memiliki lebih dari 140 santri aktif. Jumlah ini menjadi modal besar bagi yayasan untuk terus mencetak generasi muda yang Islami dan Qur'ani di Kota Batam.
Imtihan Jadi Tolok Ukur Kemampuan Santri Sebelum Lulus
Sebelum dinyatakan lulus, ke-18 santri harus melewati serangkaian ujian ketat. Pada puncak acara, para santri diuji secara langsung dalam kegiatan Imtihan yang dikemas komunikatif di hadapan para guru, wali santri, pengurus TPQ, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.
Koordinator Cabang (Korcab) Qira'ati Batam, Kyai Dhoifi, memberikan apresiasi atas perkembangan kemampuan para santri. Menurutnya, penampilan santri khataman, santri Pra PTPT, maupun santri PTPT menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid.
Metode Qira'ati: Tartil dan Tajwid Sejak Dini
TPQ Namirah merupakan salah satu lembaga di Kecamatan Bengkong yang menerapkan metode Qira'ati. Metode yang dikembangkan oleh KH Dahlan Salim Zarkasyi dari Semarang, Jawa Tengah, ini dikenal menekankan prinsip tartil serta ketelitian dalam memperhatikan kaidah ilmu tajwid.
Pendidikan di TPQ Namirah tidak berhenti setelah santri menyelesaikan khataman. Para lulusan justru diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, seperti program Pasca TPQ, Pra Tahfidz, atau Pra PTPT.
"Kami dari pengurus TPQ menghimbau kepada anak bapak-ibu untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi lagi di TPQ Namirah. Sebaiknya anak bapak-ibu mengikuti program Pasca TPQ Pra Tahfidz atau Pra PTPT," ujar Kyai Kafidil Ulum.
Keberhasilan Santri adalah Hasil Kolaborasi Semua Pihak
Ketua Dewan Pembina Yayasan Namirah Bengkong Sadai, Sigit Naharudin, S.Kom, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Mulai dari dewan guru TPQ, Korcab dan Korcam Qira'ati, jajaran pengurus yayasan, DKM Masjid Namirah, wali santri, panitia, hingga perangkat RT/RW setempat.
"Kesuksesan para santri adalah berkat kesabaran dan ketelatenan dari asatidz/asatidzah Dewan Guru TPQ Namirah dalam mendidik santri-santrinya, serta dukungan warga masyarakat, tokoh agama dan wali santri yang telah mempercayakan kami untuk mendidik anak-anak santri TPQ Namirah," ungkapnya.
Orang Tua Diminta Dorong Anak Mengaji Sejak Usia Dini
Perwakilan Korcab Qira'ati Batam turut mengajak para orang tua untuk membiasakan anak belajar mengaji sejak usia dini. Semakin dini anak dikenalkan dengan Al-Qur'an dan semakin konsisten mengikuti pembelajaran, semakin besar peluang mereka menyelesaikan pendidikan tahap awal pada usia muda dan melanjutkan ke program tahfiz.
Kegiatan Khataman dan Imtihan ini direncanakan terus menjadi agenda rutin TPQ Namirah setiap enam bulan sekali, sesuai arahan Qira'ati Cabang Batam. Harapannya, TPQ Namirah dapat terus istiqomah melahirkan generasi muda yang memiliki pemahaman agama, kecintaan terhadap Al-Qur'an, serta akhlak yang baik.