Pencarian

Trauma Healing di Pulau Seraya Besar Manggarai Barat, Polri Jangkau Warga Korban Gempa Laut Flores

Kamis, 20 Agustus 2026 • 17:36:31 WIB
Trauma Healing di Pulau Seraya Besar Manggarai Barat, Polri Jangkau Warga Korban Gempa Laut Flores
Personel Polri memberikan layanan trauma healing kepada warga Pulau Seraya Besar, Manggarai Barat, pascagempa Laut Flores, Rabu (19/8/2026).

KEPULAUAN RIAU — Pulau Seraya Besar, sebuah permukiman warga di Desa Seraya Meranu, Kecamatan Komodo, bukan sekadar hamparan daratan kecil di barat daya Labuan Bajo. Bagi warga yang mendiaminya, pulau ini adalah rumah yang getarannya masih terasa hingga kini. Setelah gempa tektonik menggunakan kedalaman Laut Flores pada Agustus lalu, ketakutan akan gempa susulan belum sepenuhnya hilang dari benak mereka.

Untuk itu, Polres Manggarai Barat bersama Tim Psikologi Kepolisian Polda Jawa Tengah (BKO Polda NTT) menggelar pelayanan trauma healing di pulau tersebut, Rabu (19/8/2026). Misi ini melibatkan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) serta Polsek Komodo.

Mengapa Warga Pulau Terluar Perlu Perhatian Khusus

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan pendataan kerugian fisik dan penyaluran logistik. Aspek kejiwaan warga yang mengalami trauma justru menjadi prioritas yang tidak kalah penting.

"Kami menyadari betul bahwa trauma akibat guncangan gempa bermagnitudo 7,7 serta kekhawatiran akan timbulnya gempa susulan dirasakan sangat berat oleh saudara-saudara kita di kawasan kepulauan," ujarnya.

Menurutnya, kehadiran personel kepolisian di pulau-pulau kecil merupakan komitmen pelayanan publik yang inklusif tanpa sekat geografis. Wilayah terluar tidak boleh merasa terisolasi dalam situasi darurat bencana.

Perjalanan Satu Jam dari Labuan Bajo

Tim pemulihan trauma berangkat pukul 09.40 WITA dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo menggunakan speedboat patroli dinas Sat Polairud. Perairan Kepulauan Komodo mereka lalui selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya tiba di Dermaga Pulau Seraya Besar pada pukul 10.40 WITA.

Rombongan yang dipimpin Kasat Polairud Polres Manggarai Barat Iptu Leonardo Marpaung dan Kapolsek Komodo Ipda Adhar itu disambut hangat oleh pemerintah desa setempat serta ratusan warga yang telah berkumpul di balai perhimpunan masyarakat.

Iptu Leonardo menjelaskan, pengerahan armada laut dinas merupakan wujud kesiapsiagaan operasional kepolisian perairan dalam mendukung aksi kemanusiaan. "Sebagai penanggung jawab wilayah perairan, kami memastikan mobilitas tim psikologi dan penyaluran bantuan dapat menjangkau pulau-pulau terpencil dengan cepat dan aman," tuturnya.

Hak Layanan Psikologis yang Setara

Bagi warga pesisir, kehadiran tim psikologi ini bukan sekadar seremoni. Mereka mendapatkan pendampingan untuk mengelola kecemasan pascagempa, terutama bagi anak-anak dan lansia yang paling rentan mengalami gangguan psikologis.

"Pesisir dan kepulauan adalah prioritas kami agar warga di sini mendapatkan hak pelayanan psikologis yang sama seperti masyarakat di daratan utama," tambah Iptu Leonardo.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pemulihan bencana alam tidak berhenti pada perbaikan infrastruktur. Di balik rumah-rumah yang retak, ada rasa aman yang perlu dibangun kembali. Bagi warga Pulau Seraya Besar, kunjungan ini setidaknya memberi kepastian bahwa mereka tidak berjuang sendirian.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: digtara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks