KARIMUN — Ketua FPK Kabupaten Karimun, Zulkhainen, menyebut keterlibatan para veteran dalam momen peringatan kemerdekaan merupakan langkah krusial. Menurutnya, para pejuang ini memiliki pesan kebangsaan yang relevan untuk menjaga keharmonisan wilayah.
“Atas kesepakatan bersama, kami menggandeng para veteran untuk memberikan sedikit pesan bagaimana menjaga Karimun agar tetap harmonis. Mereka adalah para pejuang yang perlu kita hormati, dan kami membuka ruang bagi veteran yang ingin menyampaikan keluhan-keluhannya,” ujar Zulkhainen.
Bantuan Beras untuk Para Pejuang
Dalam kesempatan tersebut, FPK menyerahkan bantuan berupa beras kepada anggota LVRI. Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi atas jasa dan pengorbanan para veteran terhadap bangsa.
Zulkhainen turut mengimbau pemerintah daerah untuk terus memberikan perhatian lebih kepada kesejahteraan para veteran yang telah berjuang merebut kemerdekaan.
Semangat Veteran yang Tak Luntur
Ketua LVRI Kabupaten Karimun, Ahmad Jambi, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan FPK. Ia menegaskan bahwa para veteran tidak menuntut penghormatan berlebihan, melainkan cukup dihargai keberadaannya.
“Kami terharu atas kegiatan ini, ternyata kami masih mendapat tempat di hati masyarakat. Kami tidak perlu dihormati, hargai kami itu saja,” pungkasnya.
Teriakan “Merdeka” dari Ahmad Jambi menggema dengan membara, menghapus kesan usianya yang telah senja. Semangat juangnya masih terasa kental, ditutup dengan pekik “NKRI Harga Mati” yang disampaikan lantang di akhir sambutannya.
Festival Kuliner dan Imbauan Bijak Bermedia
Ke depan, FPK Karimun berkomitmen menjaga semangat kebhinekaan melalui berbagai agenda kebudayaan. Salah satu yang direncanakan adalah festival kuliner khas dari pelbagai suku yang ada di Kabupaten Karimun.
Zulkhainen mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi serta menjaga etika berkomunikasi. Ia menekankan pentingnya menahan diri dari berita bohong atau hoax yang berpotensi memecah belah.
“Masyarakat Karimun hendaknya tetap menjaga tutur bahasa dan adat istiadat. Apabila ada berita hoax yang beredar, jangan mudah tergoyahkan atau percaya begitu saja. Kita boleh memberikan kritik, namun harus kritik yang konstruktif, membangun, serta menawarkan solusi,” pungkasnya.