BATAM — Kepemimpinan baru di tubuh organisasi profesi insinyur Kepulauan Riau resmi dimulai. Larisang, yang juga menjabat Rektor Universitas Ibnu Sina, dipercaya memimpin Badan Keahlian Teknik Industri Persatuan Insinyur Indonesia (BKTI PII) Wilayah Kepri periode 2026-2029.
Pelantikan pengurus dilakukan dalam rangkaian Sijori Engineering Expo 2026 di K-Square Mall Batam, Sabtu (22/8/2026). Terpilihnya Larisang secara aklamasi dinilai mencerminkan kesepahaman para anggota untuk memberikan mandat penuh kepadanya.
Target Besar: Dari Organisasi Menjadi Lembaga Profesional
Larisang menegaskan tantangan kepengurusan ke depan bukan sekadar merapikan struktur organisasi. Ia ingin BKTI PII Kepri menjadi wadah profesional yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri.
"Kita ingin membangun komunitas. Harapannya, komunitas ini mampu mengorganisasikan diri dalam bidang keahlian sehingga keahlian ini memberi kepercayaan besar dari seluruh stakeholder," ujarnya sesaat setelah pelantikan, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, kepercayaan dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat merupakan modal utama keberlanjutan sebuah organisasi profesi. Ia menargetkan BKTI PII Kepri bisa menjadi lembaga yang aktif dan berdampak, bukan sekadar rutin menggelar kegiatan internal.
Kolaborasi Jadi Kunci Perluas Peran Insinyur
Untuk membangun kepercayaan tersebut, Larisang menyiapkan strategi kolaborasi lintas sektor. Organisasi profesi ini akan membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah, pelaku industri, organisasi profesi lain, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Ini merupakan wadah kita bersama. Harapan kita, dengan adanya BKTI PII Wilayah Kepri ini, kita bisa semakin solid dan ke depan mendapatkan kepercayaan serta memberikan dampak bagi pembangunan Indonesia," jelas Larisang.
Langkah ini dinilai penting untuk menjembatani keahlian teknis para insinyur dengan kebutuhan riil di lapangan. Dengan kolaborasi yang kuat, kontribusi insinyur diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi juga menyentuh langsung persoalan pembangunan di Kepri.
Menjawab Kebutuhan Pembangunan Daerah
Larisang menilai kekuatan organisasi profesi ditentukan oleh komitmen bersama seluruh anggota. BKTI PII Kepri akan dijadikan ruang bertukar pengetahuan, memperluas jejaring profesional, sekaligus memberi masukan kepada pemerintah dan dunia usaha sesuai bidang keahlian teknik industri.
"Intinya kolaborasi dan komitmen semua. Kita ingin keahlian yang dimiliki anggota bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan," katanya.
Dengan kepemimpinan baru ini, BKTI PII Kepri diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan pendekatan keilmuan teknik dan industri di wilayah perbatasan dan pesisir tersebut.