Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau menyiapkan 5.500 bibit kelapa lokal berkualitas untuk disalurkan kepada 50 kelompok tani di Kabupaten Bintan. Pembibitan dipusatkan di Kampung Tanjung Kapur, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, dan dikelola Poktan Sumber Kelapa. Langkah ini bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketersediaan bahan tanam dan mengembangkan komoditas kelapa daerah.
BINTAN — BRMP Kepri memastikan kesiapan 5.500 bibit kelapa lokal sebelum disalurkan kepada kelompok tani penerima bantuan di Bintan. Ribuan bibit itu tengah melalui proses pembibitan di Kampung Tanjung Kapur, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, yang dikelola Poktan Sumber Kelapa.
Kepala BRMP Kepri Rudi Hartono mengatakan, bantuan ini menyasar 50 kelompok tani yang telah mengajukan usulan. Jenis yang dibibitkan adalah kelapa lokal, disesuaikan dengan agroekosistem dan potensi Bintan.
25 Hektare Pohon Induk Jadi Modal Utama
Kecamatan Gunung Kijang dinilai strategis karena memiliki sumber benih melimpah. Di wilayah ini terdapat sekitar 25 hektare pohon induk terpilih (PIT) yang menjadi pemasok utama bahan bibit.
Keberadaan PIT menjadi modal penting untuk menjamin ketersediaan bibit berkualitas secara berkelanjutan. "Kita ingin bantuan yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan tanaman kelapa di wilayah Bintan," ungkap Rudi.
Verifikasi Rutin untuk Pastikan Bibit Layak Salur
Tim BRMP Kepri secara berkala melakukan verifikasi ke lokasi pembibitan. Pengecekan meliputi kondisi fisik bibit, jumlah, serta kesiapan sebelum disalurkan ke kelompok tani.
"Verifikasi dilakukan untuk memastikan proses penyediaan benih berjalan sesuai dengan rencana dan dapat mendukung pelaksanaan program secara tepat sasaran," ujar Rudi.
Ia menekankan pentingnya pengawasan sejak dari sumber benih, proses pembibitan, pemeliharaan, hingga tahap penyaluran. Hal ini agar bibit yang diterima petani benar-benar memenuhi persyaratan.
Membangun Sistem Pembibitan Berkelanjutan
Rudi menambahkan, keterlibatan petani penangkar lokal menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembibitan yang mandiri. Dengan pendampingan yang baik, penyediaan bibit tidak hanya memenuhi kebutuhan bantuan pemerintah, tetapi juga memperkuat stok bahan tanam di daerah.
Penyaluran benih diharapkan mampu memperluas pengembangan tanaman kelapa sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan sumber daya lokal yang dimiliki Bintan.