Pencarian

BRMP Kepri Siapkan 5.500 Bibit Kelapa untuk 50 Kelompok Tani di Bintan, Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan

Senin, 24 Agustus 2026 • 08:39:01 WIB
BRMP Kepri Siapkan 5.500 Bibit Kelapa untuk 50 Kelompok Tani di Bintan, Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan
BRMP Kepri menyiapkan 5.500 bibit kelapa lokal untuk disalurkan kepada 50 kelompok tani di Bintan.

Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau menyiapkan 5.500 bibit kelapa lokal berkualitas untuk disalurkan kepada 50 kelompok tani di Kabupaten Bintan. Pembibitan dipusatkan di Kampung Tanjung Kapur, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, dan dikelola Poktan Sumber Kelapa. Langkah ini bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketersediaan bahan tanam dan mengembangkan komoditas kelapa daerah.

BINTAN — BRMP Kepri memastikan kesiapan 5.500 bibit kelapa lokal sebelum disalurkan kepada kelompok tani penerima bantuan di Bintan. Ribuan bibit itu tengah melalui proses pembibitan di Kampung Tanjung Kapur, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, yang dikelola Poktan Sumber Kelapa.

Kepala BRMP Kepri Rudi Hartono mengatakan, bantuan ini menyasar 50 kelompok tani yang telah mengajukan usulan. Jenis yang dibibitkan adalah kelapa lokal, disesuaikan dengan agroekosistem dan potensi Bintan.

25 Hektare Pohon Induk Jadi Modal Utama

Kecamatan Gunung Kijang dinilai strategis karena memiliki sumber benih melimpah. Di wilayah ini terdapat sekitar 25 hektare pohon induk terpilih (PIT) yang menjadi pemasok utama bahan bibit.

Keberadaan PIT menjadi modal penting untuk menjamin ketersediaan bibit berkualitas secara berkelanjutan. "Kita ingin bantuan yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan tanaman kelapa di wilayah Bintan," ungkap Rudi.

Verifikasi Rutin untuk Pastikan Bibit Layak Salur

Tim BRMP Kepri secara berkala melakukan verifikasi ke lokasi pembibitan. Pengecekan meliputi kondisi fisik bibit, jumlah, serta kesiapan sebelum disalurkan ke kelompok tani.

"Verifikasi dilakukan untuk memastikan proses penyediaan benih berjalan sesuai dengan rencana dan dapat mendukung pelaksanaan program secara tepat sasaran," ujar Rudi.

Ia menekankan pentingnya pengawasan sejak dari sumber benih, proses pembibitan, pemeliharaan, hingga tahap penyaluran. Hal ini agar bibit yang diterima petani benar-benar memenuhi persyaratan.

Membangun Sistem Pembibitan Berkelanjutan

Rudi menambahkan, keterlibatan petani penangkar lokal menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembibitan yang mandiri. Dengan pendampingan yang baik, penyediaan bibit tidak hanya memenuhi kebutuhan bantuan pemerintah, tetapi juga memperkuat stok bahan tanam di daerah.

Penyaluran benih diharapkan mampu memperluas pengembangan tanaman kelapa sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan sumber daya lokal yang dimiliki Bintan.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks