KEPULAUAN RIAU — Kebijakan energi Malaysia selalu menarik dibandingkan dengan Indonesia. Untuk periode 3-9 September 2026, pemerintah negeri jiran itu memilih mempertahankan harga bahan bakar bersubsidi bagi kelompok penerima tertentu, tetapi menurunkan harga BBM nonsubsidi di pasaran bebas.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Kementerian Keuangan Malaysia melalui mekanisme penetapan harga mingguan (APM), seperti dikutip dari The Edge Malaysia, Kamis (3/9/2026).
Apa Itu Skema Budi dan Mengapa Berbeda?
Budi adalah skema subsidi BBM yang berlaku untuk dua jenis bahan bakar: RON 95 dan diesel. Bedanya dengan harga nonsubsidi cukup mencolok. RON 95 bersubsidi dibanderol RM 1,99 per liter (sekitar Rp 8.557), sedangkan RON 95 nonsubsidi di pasar mencapai RM 3,77 per liter (sekitar Rp 15.910).
Artinya, pemerintah Malaysia menanggung selisih sekitar RM 1,78 untuk setiap liter RON 95 yang dibeli penerima Budi. Untuk diesel, harga bersubsidi berada di level RM 2,10 per liter (sekitar Rp 9.030), sementara harga pasaran tembus RM 4,67 per liter (sekitar Rp 20.081).
Skema ini membedakan konsumen berdasarkan kriteria penerima yang ditetapkan pemerintah, bukan membuka keran subsidi untuk semua pembeli.
Harga BBM Nonsubsidi Malaysia per 3-9 September 2026
Bagi Anda yang melintas ke Malaysia atau memantau perbandingan harga energi, berikut rincian harga BBM nonsubsidi terbaru:
- RON 97: RM 4,25 per liter atau sekitar Rp 18.275
- RON 95 (nonsubsidi): RM 3,77 per liter atau sekitar Rp 15.910
- Diesel/solar (nonsubsidi): RM 4,67 per liter atau sekitar Rp 20.081
Sementara itu, harga BBM bersubsidi di bawah skema Budi tidak berubah dari pekan sebelumnya. RON 95 tetap RM 1,99 per liter (Rp 8.557) dan diesel RM 2,10 per liter (Rp 9.030).
Mengapa Harga Turun justru di Tengah Ketegangan Global?
Kementerian Keuangan Malaysia menyatakan penurunan harga nonsubsidi ini mencerminkan harga minyak mentah global yang lebih lemah selama mayoritas periode penetapan harga.
Kendati demikian, situasi bisa berubah cepat. Gangguan aliran minyak bumi melalui Selat Hormuz, pengurangan kapasitas penyulingan di sejumlah negara, serta pembatasan ekspor bahan bakar diperkirakan memicu volatilitas harga dalam waktu dekat.
Artinya, harga murah yang berlaku pekan ini belum tentu bertahan pada penetapan berikutnya. Konsumen dan pelaku industri yang bergantung pada BBM nonsubsidi sebaiknya menyiapkan diri terhadap potensi kenaikan mendadak.
Apa Dampaknya bagi Publik?
Bagi warga Malaysia yang terdaftar sebagai penerima Budi, harga BBM bersubsidi yang stabil menjadi tameng dari gejolak pasar global. Namun bagi pengguna nonsubsidi—termasuk kendaraan komersial dan sebagian besar kendaraan pribadi di luar kelompok penerima—penurunan pekan ini hanya bersifat sementara.
Bagi pembaca di Indonesia, skema Budi menawarkan gambaran bagaimana pemerintah negara tetangga memilih sasaran subsidi secara ketat. Harga yang dijaga tetap murah hanya untuk kategori konsumen tertentu, bukan untuk seluruh lapisan masyarakat.
Untuk memastikan data akurat dan terbaru, publik dapat memantau pengumuman resmi Kementerian Keuangan Malaysia. Informasi mengenai kriteria penerima Budi selengkapnya tersedia melalui kanal resmi pemerintah Malaysia.