TANJUNGPINANG — Proyek peningkatan fisik RSUD Raja Ahmad Tabib milik Pemprov Kepri mulai memasuki tahap pekerjaan interior gedung. Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura meninjau langsung lokasi pada Rabu (2/9/2026) untuk mengawal pelaksanaan agar berjalan sesuai jadwal dan tidak melenceng dari spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Dana sebesar Rp 19,98 miliar yang dipakai berasal dari skema pinjaman daerah. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri bertindak sebagai pelaksana teknis proyek yang menyasar lima item perbaikan utama di gedung rumah sakit.
Anggaran Difokuskan pada Interior Hingga Sistem Pendingin
Pekerjaan yang berjalan hampir enam bulan ini mencakup pembenahan plafon, penggantian toilet dari lantai 1 sampai lantai 9, serta penataan lantai ramp dan teras lobi. Sistem pendingin ruangan juga menjadi perhatian utama, termasuk pemasangan unit AC sentral baru di lantai dasar.
Lantai satu menyerap porsi anggaran terbesar, hampir 50 persen dari total nilai proyek. Dana tersebut sebagian besar dipakai untuk instalasi sistem AC sentral yang diharapkan meningkatkan kenyamanan ruang pelayanan.
Selain itu, sistem pendingin tipe Variable Refrigerant Flow (VRF) di lantai 5 hingga 8 juga diremajakan menyeluruh. Area ini merupakan lokasi rawat inap yang membutuhkan sirkulasi udara stabil untuk menunjang proses pemulihan pasien.
Standar Kemenkes Jadi Patokan Utama
Nyanyang menegaskan bahwa seluruh proses perbaikan harus berpedoman pada regulasi yang berlaku di sektor kesehatan. Ia tidak ingin proyek semata-mata selesi secara fisik, tetapi juga layak secara mutu pelayanan.
“Saat ini harus sesuai dengan standar yang diberikan dari Kementerian Kesehatan. Harapan kami semua bisa berjalan dengan lancar. Makanya kita tingkatkan kualitas,” ujar Nyanyang dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Wagub Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat
Di sela peninjauan proyek, Wagub juga mengingatkan bahwa persoalan kesehatan tidak cukup diselesaikan lewat pelayanan kuratif di rumah sakit. Menurutnya, langkah preventif melalui gaya hidup sehat justru menjadi kunci mengurangi beban layanan kesehatan.
“Permasalahan kesehatan itu kalau kita tidak bisa jaga dari sekarang, preventif kita, mau sehat atau tidaknya tergantung pola hidup kita. Salah satunya dengan olahraga, kedua dalam pola makan,” katanya.
Pemprov Kepri pun mendorong pemanfaatan ruang publik seperti jogging track di kawasan Gurindam 12 dan Tugu Sirih. Fasilitas ini disebut Wagub bisa dimaksimalkan warga untuk berolahraga rutin.
Rawat Inap Tetap Beroperasi dengan Sistem Buka-Tutup
Selama masa konstruksi, manajemen RSUD Raja Ahmad Tabib tidak menutup total area pelayanan. Sistem buka-tutup ruangan diterapkan secara bergilir pada lantai 5 hingga 8, terutama di area rawat inap.
Penutupan hanya dilakukan per lantai sesuai kebutuhan pengerjaan, sehingga pasien yang tengah dirawat tidak mengalami perpindahan yang mengganggu kondisi mereka. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kepri memperbarui sarana kesehatan agar RSUD Raja Ahmad Tabib mampu memberikan layanan yang lebih nyaman dan aman bagi masyarakat.