BRI dan BSI Jadi Bank Penyalur
KEPULAUAN RIAU — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Presiden secara spesifik meminta BRI dan BSI menyiapkan layanan pembukaan rekening untuk masyarakat. "Tadi Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat," kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan.
BSI telah menyatakan kesiapan menjalankan arahan tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses keuangan, sekaligus menyiapkan infrastruktur penyaluran bantuan sosial yang lebih merata.
Inklusi Keuangan Tinggi, Tapi Tak Semua Punya Rekening
Gagasan ini muncul di tengah data inklusi keuangan nasional yang sebenarnya sudah tinggi. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), LPS, dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,62%.
Angka ini meningkat dari 92,74% pada 2025 dan telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 sebesar 93%. Namun perlu dipahami, tingginya angka inklusi tidak berarti 93,62% penduduk sudah memiliki rekening bank.
SNLIK menggunakan parameter penggunaan produk dan layanan jasa keuangan secara lebih luas. Artinya, seseorang yang tercatat menggunakan layanan keuangan digital, asuransi, atau produk investasi juga dihitung sebagai bagian dari indeks inklusi — meski tidak memiliki rekening tabungan di bank.
Mengapa Kepemilikan Rekening Penting?
Kesenjangan antara angka inklusi dan kepemilikan rekening inilah yang menjadi perhatian utama. Tanpa rekening bank, warga kesulitan mengakses berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial yang kini semakin banyak disalurkan secara nontunai.
Pembukaan rekening massal ini diharapkan mempermudah pemerintah menyalurkan bantuan langsung tunai, subsidi, hingga program kredit usaha rakyat (KUR) ke depan. Bagi masyarakat yang selama ini menerima bantuan melalui kantor pos atau mekanisme lain, kepemilikan rekening bisa mempercepat pencairan dana.
Apa Langkah Selanjutnya?
Hingga saat ini, pemerintah belum merinci jadwal pasti pembukaan rekening massal, persyaratan dokumen, atau mekanisme sosialisasi ke daerah. Informasi resmi mengenai teknis pelaksanaan diperkirakan akan diumumkan setelah koordinasi antara Kementerian Koordinator Perekonomian, BRI, dan BSI rampung.
Masyarakat yang belum memiliki rekening bank dapat menunggu pengumuman resmi dari pemerintah atau menghubungi kantor cabang BRI dan BSI terdekat untuk informasi lebih lanjut. Waspadai pihak yang mengatasnamakan program ini dan meminta data pribadi atau sejumlah uang — pemerintah tidak memungut biaya apa pun dalam program kepemilikan rekening.