KEPULAUAN RIAU — Menurut Kemensos, pergerakan desil berkaitan dengan proses pemutakhiran data. Salah satu pemicunya adalah masuknya data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang masih membutuhkan verifikasi lanjutan.
Kemensos mencatat sekitar 12 juta data dari BKKBN belum terverifikasi sepenuhnya. Kondisi ini memengaruhi pemutakhiran dan pemeringkatan kesejahteraan masyarakat dalam DTSEN.
Apa Itu Desil dan Mengapa Penting
Desil adalah tingkatan yang menggambarkan kondisi kesejahteraan suatu keluarga berdasarkan data sosial dan ekonomi. Posisi ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan siapa yang masuk sasaran program bantuan pemerintah.
Artinya, jika desil sebuah keluarga bergeser, status kepesertaan bansos bisa ikut berubah. Karena itu, masyarakat perlu memahami posisi desilnya agar tidak kaget ketika bantuan tidak lagi cair atau justru baru masuk sebagai penerima.
Cara Cek Desil DTSEN dan Status Bansos
Pengecekan dapat dilakukan secara mandiri melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id. Siapkan NIK yang tercantum pada KTP.
- Buka laman cekbansos.kemensos.go.id melalui ponsel atau perangkat lain.
- Masukkan 16 digit NIK KTP.
- Masukkan kode verifikasi atau captcha yang tersedia.
- Klik tombol "Cari Data".
- Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian.
Data yang muncul memuat informasi profil, tingkatan desil, serta status kepesertaan atau penerimaan bantuan sosial sesuai data yang tersedia pada sistem.
Kenapa Data Bisa Berubah
Pemutakhiran DTSEN melibatkan sejumlah sumber data, termasuk BKKBN. Selama proses verifikasi belum tuntas, posisi desil suatu keluarga bisa bergerak naik atau turun.
Kemensos menyebut sekitar 12 juta data dari BKKBN masih dalam tahap ini. Jumlah itu cukup besar dan berpotensi mengubah pemeringkatan kesejahteraan di DTSEN.
Bagi keluarga yang merasa datanya tidak sesuai, pengecekan mandiri lewat cekbansos menjadi langkah awal. Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme sanggah atau perbaikan data dapat diakses melalui kanal resmi Kemensos dan dinas sosial setempat.
Waspadai Penipuan Berkedok Bansos
Kemensos tidak memungut biaya apa pun untuk pengecekan maupun pendaftaran bansos. Masyarakat diimbau waspada terhadap pihak yang menawarkan jasa "melancarkan" bantuan dengan imbalan uang.
Pengaduan terkait bansos bisa disampaikan melalui kanal resmi Kemensos, termasuk layanan pengaduan di cekbansos.kemensos.go.id dan dinas sosial di daerah masing-masing.