Target Skrining HIV/AIDS di Batam 16.839 Orang pada 2026, Baru 36 Persen Tercapai hingga Mei

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 12:34:31 WIB
Pelaksanaan skrining HIV di Batam baru mencapai 36 persen dari target 16.839 orang hingga Mei 2026.

BATAM — Kepala Dinkes Kota Batam Didi Kusmarjadi menyebut pihaknya terus memperluas cakupan skrining HIV agar target tahunan tercapai. “Berdasarkan data hingga Mei, masih di angka 36 persen dari target,” kata Didi saat dihubungi di Batam, Ahad.

Penemuan Kasus Positif HIV di Batam Masih Tinggi

Data Dinkes Batam menunjukkan tren penemuan kasus positif yang fluktuatif. Pada 2024, dari 15.060 orang yang diskrining, ditemukan 822 kasus positif HIV. Sementara pada 2025, jumlah skrining naik menjadi 15.868 orang dengan 671 kasus positif.

Skrining tidak hanya dilakukan secara sukarela di fasilitas kesehatan. Pemeriksaan juga dilakukan sebelum tindakan operasi dan melalui layanan skrining bergerak (mobile screening) di sejumlah titik yang menjadi perhatian atau hotspot.

Kelompok Kunci dan Tantangan di Lapangan

Didi mengakui pelaksanaan skrining masih menghadapi sejumlah tantangan. “Rendahnya kesadaran kelompok populasi kunci untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Kelompok kunci yang dimaksud meliputi laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), wanita pekerja seks (WPS), pengguna narkoba suntik, waria, dan pasien tuberkulosis (TBC). “Penyebaran kelompok LSL di berbagai lokasi membuat petugas kesehatan kesulitan melakukan penjangkauan maupun skrining,” tambah Didi.

Tantangan lain, masih ada hotspot yang belum memberikan akses bagi tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.

Fasilitas Layanan HIV/AIDS di Batam

Pemkot Batam telah menyediakan berbagai layanan deteksi dini dan penanganan HIV secara komprehensif. Saat ini terdapat 32 layanan Care Support Treatment (CST) bagi orang dengan HIV (ODHIV).

Layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) tersedia di 36 fasilitas kesehatan, terdiri atas 21 puskesmas, 13 rumah sakit, satu klinik rumah tahanan, dan satu klinik lembaga pemasyarakatan. Layanan infeksi menular seksual (IMS) juga tersedia di fasilitas kesehatan yang sama.

“Seluruh puskesmas kami melayani, rumah sakit daerah seperti RSUD Embung Fatimah dan RS Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, dan RS swasta seperti Awal Bros, Santa Elisabeth dan Harapan Bunda,” kata Didi.

Layanan Khusus untuk Kelompok Berisiko Tinggi

Batam juga memiliki layanan Maintenance Methadone Treatment (MMT) di RSUD Embung Fatimah bagi pasien ketergantungan narkotika. Layanan pemeriksaan viral load tersedia di RS Budi Kemuliaan Batam dan RSUD Embung Fatimah.

Bagi kelompok yang berisiko tinggi tertular HIV, tersedia layanan Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) di delapan puskesmas dan lima rumah sakit. Didi berharap masyarakat, khususnya kelompok berisiko, tidak ragu memanfaatkan layanan skrining yang tersedia. “Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penularan sekaligus mempercepat pengobatan bagi penderita HIV,” pungkasnya.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top