S&P Pertahankan Peringkat Utang Indonesia di BBB dengan Outlook Stabil, BI: Bukti Kepercayaan Investor Terjaga

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 09:21:31 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan pernyataan dalam konferensi pers terkait keputusan S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia.

KEPULAUAN RIAU — Gubernur BI Perry Warjiyo menyambut baik keputusan S&P tersebut. Menurutnya, peringkat ini mencerminkan stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan Indonesia yang solid.

"Afirmasi S&P atas sovereign credit rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid," kata Perry dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).

Dua Faktor Kunci di Balik Outlook Stabil

Bank Indonesia menilai keputusan S&P tidak terlepas dari ekspektasi bahwa pelemahan indikator fiskal dan eksternal bersifat sementara. Lembaga pemeringkat memperkirakan kondisi tersebut akan membaik seiring arah kebijakan pemerintah yang makin stabil dan dapat diprediksi.

Dari sisi fiskal, penerimaan negara diperkirakan terus pulih pada tahun ini. Sementara dari eksternal, potensi peningkatan ekspor terbuka seiring membaiknya harga komoditas global.

Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan kinerja ekspor sektor sumber daya alam dinilai dapat memperkuat posisi fiskal dalam jangka menengah. Syaratnya, implementasi kebijakan harus berjalan efektif dan konsisten.

Sinergi Kebijakan Jadi Modal Utama

Perry menekankan bahwa afirmasi ini merupakan hasil sinergi bauran kebijakan antara pemerintah dan BI. Keduanya terus memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tekanan global yang masih tinggi.

Peringkat BBB dari S&P merupakan level investment grade yang menandakan risiko kredit cukup rendah. Outlook stabil mengindikasikan bahwa peringkat tidak akan berubah dalam jangka pendek hingga menengah, kecuali terjadi perubahan fundamental yang signifikan.

Bagi investor, keputusan ini memberikan kepastian bahwa risiko investasi di Indonesia masih dalam kategori aman. Hal ini berpotensi menjaga arus modal asing tetap masuk, baik ke pasar surat utang maupun saham.

BI sendiri akan terus memantau perkembangan global dan domestik. Bank sentral berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi agar daya tarik investasi tetap terjaga.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top