KEPULAUAN RIAU — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan kebutuhan tambahan alat dan personel itu mengemuka saat Prabowo berdialog dengan Panglima TNI dan Kapolri di Palembang. Fokus utama arahan Presiden adalah memastikan seluruh titik api yang tersisa bisa segera dipadamkan.
"Hari ini Bapak Presiden memang fokus mengajak Panglima TNI maupun Kapolri untuk menambah kekuatan kalau dibutuhkan personel maupun dibutuhkan alat," kata Prasetyo di Palembang, Senin.
Prasetyo merinci, permintaan yang masuk ke Presiden mencakup penambahan armada udara untuk pemadaman dari langit. Selain helikopter water bombing, jajaran di lapangan juga mengajukan permintaan kendaraan roda dua yang dimodifikasi khusus.
"Termasuk heli, water bombing. Kemudian tadi ada permohonan motor trail yang dimodifikasi," ujarnya.
Motor trail modifikasi dinilai efektif untuk menjangkau area gambut yang sulit diakses kendaraan roda empat. Presiden, menurut Prasetyo, meminta seluruh jajaran menyampaikan kebutuhan secara langsung tanpa perantara agar penanganan di lapangan bisa bergerak cepat.
Pemerintah mencatat kondisi karhutla di empat provinsi Sumatera relatif terkendali. Beberapa wilayah bahkan dilaporkan tidak lagi memiliki titik api, meski asap masih terlihat di sejumlah lokasi.
Prasetyo menyebutkan salah satu area yang masih ditangani memiliki luas sekitar 199 hektare. Ia tidak merinci lokasi spesifik area tersebut.
"Jumlahnya kecil, tapi ada yang jumlahnya hanya kurang lebih 199 hektare. Peralatan tambahan juga dikirim oleh Bapak Presiden," katanya.
Kunjungan ke Sumatera merupakan lanjutan dari rangkaian pemantauan Presiden terhadap bencana asap. Sebelumnya, pada Sabtu (22/8), Prabowo meninjau langsung penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Setelah dari Sumatera Selatan, pemerintah melanjutkan koordinasi dengan provinsi tetangga, yakni Jambi dan Lampung. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan karhutla berjalan serentak dan tidak ada wilayah yang luput dari pengawasan.
Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan kerap menjadi persoalan tahunan, terutama saat musim kemarau. Titik api yang muncul di lahan gambut seringkali sulit dipadamkan dari permukaan, sehingga bantuan udara seperti water bombing menjadi krusial untuk menjangkau area yang luas dan terpencil.
Keputusan Presiden untuk menambah armada dan personel ini menjadi sinyal pemerintah pusat untuk mempercepat proses pendinginan lahan, sekaligus mencegah kabut asap meluas ke wilayah perkotaan.