Pencarian

Freeport Indonesia dan Alumni ITB Dorong Hilirisasi Lewat MET CONNEX 2026

Jumat, 08 Mei 2026 • 12:51:01 WIB
Freeport Indonesia dan Alumni ITB Dorong Hilirisasi Lewat MET CONNEX 2026
PT Freeport Indonesia dan Alumni ITB bersinergi mempercepat hilirisasi mineral melalui MET CONNEX 2026.

PT Freeport Indonesia bersama Ikatan Alumni Teknik Pertambangan ITB bersiap menggelar MET CONNEX-Mine Aidic 2026 pada 12-13 Mei 2026 untuk mempercepat digitalisasi dan hilirisasi mineral nasional. Forum strategis di Jakarta International Convention Center (JICC) ini menargetkan penguatan efisiensi industri hulu-hilir melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Langkah kolaboratif tersebut menjadi krusial guna memastikan komoditas tambang Indonesia memberikan nilai tambah maksimal bagi ekonomi negara.

Integrasi antara sektor hulu dan hilir pertambangan kini menjadi agenda mendesak bagi pelaku industri di tanah air. Menanggapi tantangan tersebut, Forum Metalurgi Conference and Exhibition (MET CONNEX) 2026 hadir dengan pendekatan baru yang mengedepankan sinergi lintas sektoral. Acara ini tidak hanya sekadar pameran, melainkan platform teknis untuk menyinkronkan proses eksplorasi di hulu dengan pengolahan mineral di hilir.

Ketua Panitia MET CONNEX-Mine Aidic 2026, Bara Dipolyadi, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Ikatan Alumni Teknik Pertambangan ITB (IA TA ITB) tahun ini membawa fokus khusus pada implementasi teknologi digital. "Kami ingin memfokuskan tentang AI dan digital untuk aplikasi buat pertambangan. Itulah mengapa nama event kali ini menjadi MET CONNEX-Mine Aidic," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/5).

Sinkronisasi Rantai Pasok dan Nilai Tambah

Salah satu poin krusial yang diangkat dalam forum ini adalah efisiensi pengolahan mineral. VP External Affairs Smelter PT Freeport Indonesia, Erika Silva, menekankan bahwa program hilirisasi pemerintah bertujuan mengubah produk antara—seperti konsentrat dan feronikel—menjadi produk dengan kadar metal yang lebih murni. Menurutnya, proses ini membutuhkan "orkestrasi" yang tepat antara penambang dan industri pengolahan agar nilai ekonomi yang dihasilkan bisa optimal.

Erika menilai selama ini produk antara belum memberikan dampak ekonomi maksimal karena rantai industrinya belum sepenuhnya terintegrasi. "Perlu ada ruang kolaborasi untuk mendukung proses tersebut. Di MET CONNEX, kami ingin menghadirkan ruang untuk sinkronisasi antara sektor tambang dan industri hilirnya," tutur Erika. Hal ini sejalan dengan komitmen Freeport dalam mendukung hilirisasi melalui pengoperasian fasilitas pemurnian (smelter) di dalam negeri.

Optimalisasi Recovery dan Ekonomi Sirkular

Ketua Umum Ikatan Alumni Tambang ITB, Achmad Ardianto, menyoroti aspek teknis yang sering terabaikan, yakni tingkat perolehan atau recovery mineral. Sebagai sumber daya yang tidak terbarukan, setiap gram mineral yang terbuang dalam proses pengolahan merupakan kerugian bagi negara. Ia mencontohkan, jika teknologi hanya mampu menangkap 9 gram dari potensi 10 gram emas yang ada, maka efisiensi teknologi harus segera ditingkatkan.

Jika pada penyelenggaraan sebelumnya MET CONNEX lebih banyak mengulas teknologi proses seperti pengurangan limbah dan teknologi nano, tahun depan cakupannya diperluas hingga ke sektor eksplorasi. "MET CONNEX menjadi sangat strategis karena membahas proses hilirisasi secara end to end. Sekarang dikombinasikan dengan sektor hulunya, yaitu eksplorasi dan penambangan," kata Achmad.

Selain fokus pada produksi, industri pertambangan masa depan juga dituntut untuk mulai menerapkan konsep ekonomi sirkular. Regulasi terbaru kini mendorong praktik zero waste, di mana sisa hasil pengolahan harus diolah kembali agar memiliki nilai guna. Pengelolaan limbah yang efektif ini diharapkan menjadi standar baru bagi perusahaan tambang di Indonesia guna menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing global.

Pelatihan Praktis untuk Profesional Tambang

Guna memastikan transfer pengetahuan berjalan efektif, MET CONNEX-Mine Aidic 2026 akan menyelenggarakan technical workshop dengan metode learning by doing. Panitia juga menyediakan program pelatihan gratis bagi para profesional di sektor tambang dan metalurgi sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri nasional.

Agenda yang berlangsung selama tiga hari di JICC ini nantinya akan mencakup diskusi panel mengenai tren keberlanjutan, kebijakan hilirisasi terbaru, serta pameran inovasi teknologi. Sesi networking eksklusif juga disiapkan bagi para petinggi perusahaan dan pemangku kepentingan untuk membangun kemitraan strategis jangka panjang di sektor mineral dan batu bara.

Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks