Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Riany, mengungkapkan harga minyak goreng dalam operasi pasar itu Rp15.000 per liter. Angka ini lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) yang mencapai Rp15.700 per liter.
“Antusias masyarakat sangat tinggi. Distributor kembali menambah stok menjadi total 180 dus,” ujar Riany. Ia menambahkan, ibu-ibu rumah tangga menjadi pengunjung paling dominan sejak pagi.
Kolaborasi Pemkot, Distributor, dan Bulog Jaga Pasokan
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, mengatakan operasi pasar ini merupakan langkah konkret pemerintah menjaga stabilitas harga. “Justru untuk mengatasi agar harga tidak terlalu tinggi, kita adakan pasar murah,” ucapnya.
Pemko Tanjungpinang menggandeng distributor, Bulog, pelaku UMKM, hingga petani lokal dalam kegiatan tersebut. Ketua Asosiasi Distributor Barang Pokok (Adibapok), Sadmi Al Qayyum, menyebut kolaborasi ini berhasil menghadirkan harga pangan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Beras Jadi Komoditas Kedua Paling Diburu Warga
Selain minyak goreng, beras menjadi komoditas yang paling banyak diburu warga. Riany mengapresiasi partisipasi Dsayur dan Bulog yang turut membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga miring.
Pemerintah kota berencana mengevaluasi hasil operasi pasar ini untuk menentukan jadwal kegiatan serupa di titik-titik lain di Tanjungpinang. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar hingga perayaan Iduladha.