BATAM — Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyatakan bahwa usulan tersebut sejalan dengan kebutuhan industri pariwisata setempat. Ia menilai fasilitas BVK akan mempercepat pencapaian target kunjungan wisman, baik di tingkat daerah maupun nasional.
"Kami sangat mendukung karena Batam menyumbang sekitar 80 persen kunjungan wisman ke Provinsi Kepri. Kalau kebijakan ini terealisasi tentu membantu percepatan pencapaian target," kata Ardiwinata di Batam, Jumat.
Negara Mana Saja yang Diusulkan?
Kementerian Pariwisata mengusulkan pemberian fasilitas BVK bagi wisatawan dari Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, India, Belarus, Kazakhstan, dan Makau. Selain itu, pemerintah juga mengusulkan perluasan fasilitas bagi pemegang permanent residence (PR) Singapura.
Apa Dampaknya bagi Wisatawan India dan Singapura?
Menurut Ardiwinata, usulan ini sangat relevan dengan kondisi pasar wisata Batam saat ini. Wisatawan asal Singapura dan Malaysia masih mendominasi kunjungan, disusul oleh India. Fasilitas PR Singapura dinilai strategis karena wisman dari negara tetangga itu menjadi penyumbang terbanyak.
"PR Singapura ke Batam juga kebijakan yang sangat baik karena wisatawan terbanyak kita berasal dari Singapura, kemudian Malaysia dan India. Jadi apa yang diusulkan pemerintah pusat memang sesuai dengan kondisi riil di lapangan," ujarnya.
Mengapa Usulan Ini Muncul Kembali?
Sebelum pandemi COVID-19, negara-negara seperti India, Jepang, Korea Selatan, dan China menikmati fasilitas bebas visa. Akibatnya, kunjungan wisatawan ke Batam relatif tinggi. Namun, setelah kebijakan visa diberlakukan kembali, pertumbuhan kunjungan dinilai belum optimal.
Pemkot Batam bersama asosiasi pariwisata sebelumnya telah mengusulkan pemberian bebas visa bagi wisatawan dari India, Jepang, Korea Selatan, dan China untuk memperkuat daya tarik destinasi wisata di Batam.
Bagaimana Kesiapan Batam Menyambut Lonjakan Wisman?
Ardiwinata menilai Batam saat ini memiliki kesiapan yang cukup. Ia mencontohkan wisatawan Malaysia banyak datang untuk berbelanja, berkunjung ke situs religi seperti Masjid Agung Raja Hamidah dan Vihara Maitreya, menikmati layanan kebugaran, hingga bermain golf.
"Hotel, restoran, tempat hiburan, wisata religi, hingga event olahraga di Batam sudah semakin baik dan berstandar internasional,” katanya.
Tahun ini, tren kunjungan wisman ke Batam meningkat sekitar 10 hingga 15 persen dibanding tahun lalu. Ardiwinata berharap usulan BVK segera direalisasikan setelah pembahasan di tingkat kementerian koordinator terkait rampung.
Kapan Kebijakan Ini Mulai Berlaku?
Ardiwinata berharap usulan bebas visa tersebut dapat segera direalisasikan setelah proses pembahasan di tingkat kementerian koordinator terkait. Kebijakan ini dinilai akan menjadi dorongan penting bagi pelaku industri pariwisata yang tengah menikmati tren peningkatan kunjungan.