BATAM — Tujuh puluh tujuh dapur SPPG program Makan Bergizi Gratis di Kepulauan Riau yang sempat berhenti beroperasi karena menunggu pencairan dana mulai mendapat kepastian. Kepala Regional SPPG Kepulauan Riau Anindita Ayu mengonfirmasi sebagian dapur telah menerima dana operasional pada pekan ini dan diperkirakan bisa kembali beroperasi pada Senin pekan depan.
“Memang ada yang berhenti operasional sementara karena belum ada pencairan dana. Per Kamis 11 Juni, total ada 77 SPPG yang tidak beroperasi sementara,” ujar Anindita saat dihubungi di Batam, Jumat.
Sebaran Dapur yang Terdampak: Batam Paling Banyak
Berdasarkan data SPPG Kepri, dari total 239 dapur MBG yang beroperasi di provinsi tersebut, Kota Batam menjadi wilayah dengan jumlah dapur terbanyak yang terhenti, yakni 53 unit. Disusul Karimun dengan 10 dapur, Tanjungpinang tujuh dapur, Bintan lima dapur, serta Lingga dan Natuna masing-masing satu dapur. Satu-satunya kabupaten yang tidak terdampak adalah Kepulauan Anambas.
Jumlah ini sebenarnya sudah berkurang dibandingkan kondisi sehari sebelumnya. Pada Rabu (10/6), tercatat 80 dapur yang berhenti beroperasi, dengan komposisi 53 dapur di Batam, 17 di Karimun, lima di Tanjungpinang, empat di Bintan, dan satu di Lingga. Artinya, dalam dua hari terakhir, tiga dapur di Karimun dan dua dapur di Tanjungpinang sudah kembali menerima dana.
Kapan Seluruh Dapur Kembali Beroperasi?
Meski ada kabar baik, Anindita belum bisa memastikan kapan seluruh dana operasional akan cair. Proses pencairan sepenuhnya berada di tangan tim keuangan Badan Gizi Nasional (BGN) pusat, sementara pihak daerah hanya bisa menunggu.
“Untuk kepastian pencairan kami tidak bisa memastikan karena itu diurus oleh tim keuangan BGN pusat. Kami di daerah menunggu,” katanya.
Ia menambahkan, dapur yang sudah menerima dana belum tentu bisa langsung beroperasi di hari yang sama. Pasalnya, pemesanan bahan baku seperti sayur, lauk, dan beras membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan secara mendadak. “Kemarin Rabu sudah ada yang menerima pencairan. Kemungkinan Senin pekan depan sudah ada yang kembali operasional,” ujarnya.
Dampak ke Penerima Manfaat
Penghentian sementara ini tentu berdampak pada penerima manfaat program MBG di Kepri, yang sebagian besar adalah anak sekolah dan ibu hamil. Dengan mulai mengalirnya dana, diharapkan distribusi makanan bergizi bisa kembali normal dalam waktu dekat. SPPG Kepri akan terus memantau perkembangan pencairan dan menginformasikan jadwal operasional dapur secara berkala.