NATUNA — Pelatihan penanganan trauma jantung di RSUD Natuna tidak hanya menyasar perawat dewasa, tetapi juga mencakup penanganan khusus untuk bayi dan anak-anak. Direktur RSUD Natuna, Ari Fajarudi, mengatakan setiap kelompok usia memiliki karakteristik penanganan yang berbeda sehingga diperlukan keterampilan khusus.
"Bayi, anak-anak, dan orang dewasa membutuhkan pendekatan serta prosedur penanganan yang tidak sama," kata Ari di Natuna, Minggu.
40 Tenaga Kesehatan Ikuti Pelatihan Lima Hari
Pelatihan digelar mulai 9 Juni hingga 13 Juni 2026. Peserta berasal dari perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kamar operasi, Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), serta ruang rawat inap.
Seluruh biaya pelatihan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026. Narasumber didatangkan dari Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta, organisasi pelatihan yang telah terakreditasi oleh Kementerian Kesehatan.
Bukan Sekadar Teori, Ada Praktik Langsung
Para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mendapatkan pembekalan praktik terkait penanganan kasus kegawatdaruratan yang sering ditemui di fasilitas kesehatan. Ari menekankan bahwa penanganan trauma dan gangguan jantung memerlukan teknik yang tepat agar tindakan berjalan efektif dan aman.
"Pelatihan ini adalah salah satu upaya kami untuk memperkuat layanan dasar kegawatdaruratan, mudah-mudahan ke depan kami bisa melaksanakan kegiatan lanjutan," ujar dia.
Peningkatan Kapasitas Nakes Jadi Investasi Layanan
Ari berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat medis. Menurutnya, peningkatan kapasitas perlu dilakukan secara berkala agar pelayanan tetap sesuai standar.
"Kami harap dukungan dari pemerintah daerah agar bisa terus meningkatkan ilmu dan keterampilan tenaga kesehatan kami secara komprehensif, karena pada prinsipnya keilmuan dan keterampilan nakes yang baik adalah investasi dan harapan pelayanan kesehatan Kabupaten Natuna," kata Ari.