KEPULAUAN RIAU — Turnamen sepak bola empat tahunan yang digelar di tiga negara—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—ini baru menyelesaikan matchday pertama babak grup. Pertandingan terakhir pekan perdana adalah laga Ghana versus Panama pada Rabu (17/6) atau Kamis (18/6) WIB.
Angka Raksasa dari Stadion Meksiko City
Dua laga tercatat sebagai penyumbang penonton terbanyak sejauh ini. Pertandingan Meksiko versus Afrika Selatan dan Uzbekistan kontra Kolombia sama-sama dihadiri 80.824 orang di Stadion Meksiko City. Di sisi lain, laga Ghana vs Panama mencatat jumlah terendah dengan 42.942 penonton.
Angka-angka ini diprediksi bakal terus membengkak. Stadion AT&T di Arlington, Texas, yang menjadi venue terbesar turnamen, berkapasitas 94.000 tempat duduk. Belum lagi stadion-stadion besar lainnya yang tiketnya sudah habis terjual untuk fase gugur.
Mengapa Rekor 1994 Begitu Spesial?
Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat memegang rekor sebagai edisi dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah—3.587.538 orang. Angka itu bertahan selama 32 tahun karena Amerika Serikat punya stadion berkapasitas raksasa yang jarang dimiliki negara tuan rumah lain. Kini, dengan format 48 tim dan venue-venue serupa, rekor itu berada di ambang kehancuran.
FIFA mencatat, jika tren pekan pertama berlanjut, rekor tersebut akan resmi pecah saat babak grup berakhir. Namun, federasi sepak bola dunia belum mengonfirmasi secara resmi karena masih ada kemungkinan kendala teknis atau hal tak terduga lainnya.
Dampak ke Industri Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Lonjakan penonton ini bukan sekadar angka statistik. Tiket yang sudah diborong untuk fase gugur menunjukkan antusiasme luar biasa dari suporter global. Hotel, restoran, dan transportasi di tiga negara tuan rumah dipastikan kebanjiran pemasukan selama turnamen berlangsung.
Belum ada pernyataan resmi dari panitia lokal mengenai proyeksi pendapatan, namun jika rekor 1994 jatuh, Piala Dunia 2026 akan mencatatkan sejarah baru sebagai turnamen dengan jumlah penonton terbanyak dalam satu edisi.