KEPULAUAN RIAU — Aturan baru ini secara khusus menyasar hak siar catch-up dan on-demand yang selama ini bisa dijual ke platform berbayar seperti Netflix atau Discovery+. Lewat usulan yang tertuang dalam media green paper pekan ini, pemerintah ingin memastikan layanan penyiaran publik negeri itu mendapat prioritas untuk menawarkan hak siar digital event-event tersebut ke masyarakat secara gratis.
Mengapa Pemerintah Bergerak Sekarang?
Menteri Kebudayaan Lisa Nandy menyoroti perubahan kebiasaan menonton masyarakat. "Karena jadwal kick-off yang larut malam, banyak keluarga saat ini mengikuti Piala Dunia dengan menonton tayangan ulang di pagi hari," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Nandy menegaskan perubahan ini bukan sekadar soal teknologi, melainkan akses publik ke momen bersejarah. "Kami melindungi itu untuk masa depan, memastikan hak streaming untuk event olahraga terbesar harus ditawarkan ke penyiar publik kami," tambahnya.
Event Apa Saja yang Masuk Daftar 'Mahkota'?
Selain Piala Dunia FIFA, daftar crown jewel yang diperluas cakupan hak digitalnya mencakup Olimpiade, final Piala FA, Grand National, dan final Wimbledon. Regulasi yang ada sebelumnya tidak mengatur hak siar digital sama sekali—sebuah celah yang kini ditutup.
Rekomendasi untuk memperbarui aturan ini sebenarnya sudah muncul sejak 2022. Saat itu, Komite Pilihan Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga mendesak pemerintah sebelumnya untuk meninjau ulang perlindungan yang ada agar mencakup konten digital dan on-demand.
Enam Negara Rugby Tidak Masuk Daftar, Ini Alasannya
Meski ada tekanan untuk menambahkan Kejuaraan Enam Negara Rugby ke dalam daftar, pemerintah memilih tidak memperluasnya. Pemerintah menilai daftar saat ini sudah mencapai keseimbangan yang tepat: menjamin akses gratis ke momen olahraga nasional terbesar, namun tetap memberi ruang bagi penyelenggara kompetisi untuk meraup pendapatan dari penjualan hak siar.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa meski era streaming mengubah cara orang menonton, prinsip free-to-air untuk event papan atas tetap dijaga mati-matian oleh pemerintah Inggris. Bagi penggemar sepak bola dan olahraga lain di Negeri Ratu Elizabeth, kabar ini memastikan mereka tak perlu merogoh kocek ekstra untuk menyaksikan momen bersejarah—kapan pun dan di mana pun mereka menonton.