Pencarian

Startup AI Open-Source Reflection Bayar Rp 102 Triliun per Bulan untuk Sewa Chip Nvidia di Pusat Data SpaceX

Selasa, 23 Juni 2026 • 00:38:01 WIB
Startup AI Open-Source Reflection Bayar Rp 102 Triliun per Bulan untuk Sewa Chip Nvidia di Pusat Data SpaceX
Reflection AI menandatangani kontrak sewa chip Nvidia senilai Rp 102 triliun per bulan dengan SpaceX.

KEPULAUAN RIAU — Reflection AI akan membayar SpaceX Rp 102 triliun (USD 150 juta) per bulan selama Juli 2026 hingga 2029 untuk menyewa ribuan chip Nvidia GB300 dan perangkat pendukungnya. Kontrak ini bernilai total hingga USD 6,3 miliar (sekitar Rp 104 triliun), dengan opsi pembatalan sepihak oleh kedua belah pihak dalam pemberitahuan 90 hari setelah tiga bulan pertama.

Lebih Kecil dari Kontrak Google dan Anthropic

Meski fantastis, nilai kontrak Reflection masih kalah jauh dibanding dua penyewa utama pusat data SpaceX. Anthropic membayar USD 1,25 miliar per bulan, sementara Google merogoh USD 920 miliar per bulan untuk kontrak dengan jangka waktu yang sama hingga Juli 2029.

Elon Musk, pendiri SpaceX, memang kerap meremehkan komitmen jangka panjang kontrak-kontrak ini. Ia menekankan bahwa ketiga perjanjian bisa dibatalkan kapan saja, termasuk kontrak Reflection yang baru diumumkan.

Mengapa Startup Open-Source Membutuhkan Chip Senilai Rp 104 Triliun?

Reflection mengklaim kesepakatan ini menjadi salah satu komitmen infrastruktur AI terbuka terbesar yang pernah diumumkan. Perusahaan yang berdiri tahun 2024 ini mempromosikan strategi open-weight AI, yaitu model kecerdasan buatan yang parameter terlatihnya dirilis ke publik.

“Peristiwa terkini menunjukkan betapa pentingnya sumber terbuka bagi ekosistem AI, dengan semakin banyak negara dan perusahaan yang menyadari risiko serta biaya dari ketergantungan eksklusif pada model tertutup,” kata juru bicara Reflection dalam pernyataan email. “Kesepakatan kami dengan SpaceXAI menandakan posisi strategis Reflection dalam ekosistem AI perbatasan, dan lebih banyak komputasi berarti lebih banyak ruang untuk membangun model terbuka terbaik di dunia dalam skala besar.”

Pendekatan open-weight makin mendapat perhatian setelah pemerintah AS melarang model tertutup milik Anthropic, Fable dan Mythos.

Colossus 2: Pusat Data xAI yang Kini Disewakan

Pusat data Colossus awalnya dibangun oleh xAI, perusahaan AI milik Elon Musk yang kini bergabung ke dalam SpaceX, untuk kebutuhan riset internalnya. Namun, seiring mandeknya proyek internal tersebut, SpaceX mulai menyewakan kepemilikan chip AI bernilai tinggi itu ke laboratorium AI terkemuka dunia.

Bagi pengguna teknologi di Indonesia, perkembangan ini patut dicermati karena mencerminkan pergeseran peta persaingan AI global. Ketika model open-source seperti yang dikembangkan Reflection semakin mudah mengakses daya komputasi mahal, aplikasi AI yang bisa diunduh dan dimodifikasi publik — termasuk oleh pengembang lokal — berpotensi tumbuh lebih cepat.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks