JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan Selasa pagi dengan pelemahan. Indeks turun 20,19 poin atau 0,33 persen ke level 6.096,50. Senada, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga tertekan, turun 2,01 poin atau 0,34 persen ke posisi 597,19.
Pelemahan ini merupakan kelanjutan dari tekanan yang terjadi pada perdagangan Senin kemarin. Saat itu, IHSG ditutup ambles 60,45 poin atau 0,98 persen ke posisi 6.116,69. Indeks LQ45 pun ikut anjlok 10,20 poin atau 1,67 persen ke level 599,20.
Mengapa Investor Menahan Diri?
Pelaku pasar sedang fokus menunggu hasil Annual Market Classification Review oleh MSCI. Lembaga pemeringkat internasional itu dijadwalkan mengumumkan status klasifikasi pasar saham Indonesia pada Rabu pagi waktu Indonesia.
Keputusan MSCI menjadi krusial karena akan menentukan apakah Indonesia tetap bertahan di kategori Emerging Market atau justru diturunkan menjadi Frontier Market. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengingatkan potensi risiko jika skenario terburuk terjadi.
"Apabila turun, berpotensi memicu arus keluar modal asing dalam jumlah besar dari pasar keuangan Indonesia," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Tekanan dari Eksternal dan Internal
Selain faktor MSCI, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico menyebut ada beberapa sentimen negatif lain yang membebani bursa. Kekhawatiran pasar muncul terhadap potensi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh bank sentral global.
Dari sisi domestik, penurunan penilaian aksesibilitas Information Flow Indonesia oleh MSCI turut menjadi perhatian. Tak hanya itu, penghapusan sejumlah saham domestik dari indeks FTSE Russell juga ikut menekan sentimen investor.
Sementara dari mancanegara, bursa Asia bergerak variatif. Ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang kembali meningkat selama akhir pekan masih membayangi pergerakan pasar regional.
Data perdagangan menunjukkan, pada penutupan Senin lalu, IHSG sudah tertekan 60,45 poin atau 0,98 persen ke posisi 6.116,69. Indeks LQ45 juga turun 10,20 poin atau 1,67 persen ke posisi 599,20.