Pencarian

3 Fakta SPMB 2026 di Kepri: SMK Kebanjiran Pendaftar, 30 SMA Negeri di Batam Sepi Peminat

Selasa, 23 Juni 2026 • 16:35:31 WIB
3 Fakta SPMB 2026 di Kepri: SMK Kebanjiran Pendaftar, 30 SMA Negeri di Batam Sepi Peminat
SMKN 1 Batam menerima 2.400 pendaftar, melebihi daya tampung yang tersedia.

TANJUNGPINANG — Tren pilihan siswa pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kepulauan Riau berbalik arah. Jika tahun-tahun sebelumnya SMA Negeri menjadi tujuan utama, kini lulusan SMP justru berbondong-bondong mendaftar ke SMK.

Fenomena ini paling terasa di Kota Batam. Dari sekitar 30 SMA Negeri yang membuka pendaftaran, hanya lima hingga enam sekolah yang berhasil memenuhi kuota. Sisanya masih kekurangan peminat.

SMKN 1 Batam Kebanjiran 2.400 Pendaftar

Di sisi lain, sejumlah SMK Negeri justru kewalahan menampung antusiasme calon siswa. SMKN 1 Batam menjadi contoh paling mencolok. Sekolah kejuruan tersebut menerima sekitar 2.400 pendaftar, padahal daya tampung yang tersedia hanya untuk 980 siswa.

“Yang agak berat di Kota Batam, dari 30 SMA Negeri hanya sekitar lima sampai enam yang terpenuhi. Tahun ini rata-rata pendaftar beralih ke SMK,” jelas pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dalam keterangannya.

Orientasi Kerja Jadi Alasan Utama

Pergeseran minat ini tidak lepas dari orientasi siswa yang ingin lebih cepat memasuki dunia kerja setelah lulus. Pendidikan vokasi di SMK dinilai lebih aplikatif dan membekali keterampilan langsung yang dibutuhkan industri, khususnya di kawasan Batam yang merupakan pusat manufaktur dan perdagangan.

Tingginya animo terhadap SMK ini pun menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan SPMB 2026 di Kepulauan Riau. Ketimpangan antara jumlah pendaftar dan daya tampung di SMK Negeri perlu segera diatasi.

Pemprov Kepri Siapkan Dua SMK Negeri Baru

Menjawab lonjakan peminat tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri berencana menambah dua SMK Negeri baru di Batam. Kedua sekolah tersebut adalah SMKN 13 dan SMKN 14 yang diharapkan dapat menampung lebih banyak siswa yang ingin menempuh pendidikan kejuruan.

Kebijakan ini diambil untuk mengatasi ketimpangan distribusi siswa sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di daerah. Dengan tambahan dua sekolah, diharapkan tekanan pada SMK favorit seperti SMKN 1 Batam bisa berkurang pada tahun ajaran mendatang.

Bagikan
Sumber: gotvnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks