Pencarian

Harga CNG 3 Kg Disamakan dengan LPG 3 Kg, Subsidi Negara Bisa Dipangkas 30 Persen

Senin, 29 Juni 2026 • 23:55:01 WIB
Harga CNG 3 Kg Disamakan dengan LPG 3 Kg, Subsidi Negara Bisa Dipangkas 30 Persen
Harga CNG 3 kg disamakan dengan LPG 3 kg untuk menekan subsidi negara hingga 30 persen.

KEPULAUAN RIAU — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa simulasi harga CNG 3 kg saat ini masih disetarakan dengan LPG 3 kg. Meskipun harga jual ke konsumen sama, pemerintah tetap bisa menekan anggaran subsidi secara signifikan.

"Sama. Sama dengan harganya sama. Sekarang simulasinya masih disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30%," ujar Laode di kompleks DPR, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Tabung Diimpor dari China, Uji Coba di Lemigas

Untuk merealisasikan program ini, Kementerian ESDM telah menyiapkan 15 tabung CNG Merah Putih 3 kg. Tabung tersebut merupakan produk impor dari China dengan tipe 4 yang berbahan dasar serat material. Seluruh unit kini tengah menjalani uji coba di Lemigas, unit pelaksana teknis di bawah Kementerian ESDM.

"Kita uji di Lemigas, harus ada uji tekanan seperti itu yang paling penting. Safety dari valve dan tabungnya seperti apa. Kan di Cina itu penggabungan antara tabung sama valve-nya," kata Laode menjelaskan fokus pengujian.

Prioritas di Kota Besar Pulau Jawa

Jika uji coba berjalan mulus, tabung CNG tersebut akan diedarkan secara bertahap. Pemerintah memprioritaskan distribusi awal di kota-kota besar di Pulau Jawa. Alasannya, wilayah ini memiliki jaringan pipa gas yang lebih luas dan dekat, sehingga harga jual CNG bisa lebih ekonomis.

"Kita prioritaskan dulu yang dari pipa. Biar harganya lebih ekonomis. Makanya uji kebanyakan, Pak Menteri sudah sampaikan di kota-kota besar di Pulau Jawa dulu. Yang memang jalur gas dari pipanya lebih banyak," terang Laode.

Kebijakan ini menjadi alternatif bagi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada LPG impor. Dengan harga yang sama di tingkat konsumen, masyarakat diharapkan tidak ragu beralih ke CNG, sementara negara bisa menekan beban subsidi di tengah tekanan anggaran.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks