Pencarian

Honda dan Nissan Makin Dekat ke Kesepakatan Aliansi Teknologi, Bukan Merger

Kamis, 02 Juli 2026 • 04:50:01 WIB
Honda dan Nissan Makin Dekat ke Kesepakatan Aliansi Teknologi, Bukan Merger
Honda dan Nissan sepakat menyatukan arsitektur ECU untuk percepat produksi kendaraan listrik.

KEPULAUAN RIAU — Aliansi Honda-Nissan kembali menghangat. Setelah rencana merger yang sempat santer pada 2024/2025 batal di menit akhir karena Nissan disebut “mundur teratur” saat menyadari Honda pada dasarnya ingin mengakuisisi, kedua raksasa otomotif Jepang ini kini beralih ke pendekatan yang lebih realistis: kerja sama teknis terbatas. Mitsubishi juga ikut dalam skema ini.

Komponen Elektronik Disatukan, Bukan Pabrik

Alih-alih menggabungkan perusahaan secara struktural, Honda dan Nissan sepakat untuk menyatukan arsitektur electronic control unit (ECU) di kendaraan mereka. Langkah ini bertujuan memangkas biaya pengembangan dan mempercepat produksi di tengah tekanan elektrifikasi global.

Menurut laporan Nikkei, Mibe mengonfirmasi bahwa pembicaraan sudah “cukup jauh” dan beberapa bagian dari kerja sama ini akan segera diumumkan. Jika deal resmi diteken, kendaraan pertama yang memakai ECU standar bersama diperkirakan meluncur paling cepat tahun 2029.

Dari Merger Gagal ke Kemitraan Pragmatis

Kegagalan merger tahun lalu sempat menimbulkan tanda tanya besar. Nissan dikabarkan “gemetar” saat menyadari bahwa Honda tidak hanya ingin menggandeng, tetapi pada dasarnya mengakuisisi mereka. Namun, tekanan pasar dan biaya riset kendaraan listrik yang membengkak memaksa kedua pihak kembali ke meja perundingan.

“Kerja sama ini lebih pragmatis. Tidak ada penggabungan saham, tidak ada restrukturisasi besar-besaran. Fokusnya di standarisasi komponen dan penghematan biaya,” ujar seorang analis yang enggan disebut namanya.

Dampak ke Pasar Global dan Indonesia

Bagi konsumen di Indonesia, dampak aliansi ini mungkin baru terasa dalam 3-4 tahun ke depan. Saat ini, Honda dan Nissan masih berjalan sendiri-sendiri dengan model andalan masing-masing. Namun, jika ECU standar berhasil diimplementasikan, biaya produksi bisa turun dan berpotensi menekan harga jual.

Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pabrikan Jepang mulai serius mengejar ketertinggalan dari rival China dan Korea dalam hal elektrifikasi dan perangkat lunak kendaraan.

Catatan Tambahan Pekan Ini

Di luar berita utama, ada beberapa kabar lain yang patut dicatat. Hyundai dan Kia mencatat lonjakan penjualan hybrid di AS pada Juni 2025 — Hyundai naik 74 persen, Kia melesat 187 persen. Sementara itu, Ford melakukan recall terhadap 36.046 unit Bronco Raptor karena risiko fender flare lepas saat melaju.

Dari Eropa, BYD menyebut situasi industri otomotif di sana sebagai “wake-up call pertama” setelah Volkswagen mengumumkan rencana PHK massal. Dan dari Italia, SGT Automobili meluncurkan 5S-SGT, versi rebodied dari Alfa Giulia Quadrifoglio dengan tenaga hingga 740 hp.

Bagikan
Sumber: thedrive.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks