NATUNA — Ikan-ikan tangkapan nelayan Natuna kini tak hanya memenuhi pasar lokal, tetapi juga menjadi primadona di pasar ekspor Asia. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Balai Karantina Kepri mencatat pengiriman ikan hidup dari Sedanau, Natuna, ke Hong Kong mencapai 28.818 ekor. Angka ini belum termasuk 2,3 ton ikan beku yang dikirim ke Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan pada periode yang sama.
Ragam Ikan Unggulan yang Tembus Pasar Hong Kong
Pada Kamis (2/7/2026) lalu, sebanyak 10.363 ekor ikan hidup kembali diberangkatkan dari Sedanau menuju Hong Kong. Pengiriman ini masuk dalam catatan semester II melalui sistem Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology).
Rincian jenis ikannya cukup beragam, mulai dari ikan kerapu sunu sebanyak 2.239 ekor, ikan kakak tua 1.421 ekor, kerapu cantik 1.268 ekor, kerapu cantang 1.222 ekor, hingga kerapu macan 1.050 ekor. Sisanya terdiri dari kerapu bakau, kerapu gepeng, kerapu pasir, dan kerapu ringau. Nilai ekonomis dari pengiriman perdana semester II ini saja mencapai Rp1,1 miliar.
Rahasia di Balik Nol Penolakan Ekspor
Hasim menegaskan, sejauh ini tidak ada satu pun kiriman ikan dari Natuna yang ditolak oleh negara tujuan atau terkena Notifikasi Non-Compliance (NNC). Menurutnya, hal ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari pengawasan dan pemeriksaan ketat yang dilakukan oleh Balai Karantina Kepri.
Setiap ikan yang akan dikirim wajib melalui serangkaian pemeriksaan fisik dan kelengkapan dokumen. Syarat utamanya adalah Sertifikat Kesehatan Ikan dan Produk Ikan (KI-1) yang diterbitkan oleh Balai Karantina. Sertifikat ini menjadi jaminan bahwa ikan yang diekspor benar-benar sehat dan bebas dari penyakit.
"Kami bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dan menjunjung integritas. Amanah yang diemban adalah wujud kehadiran negara dalam menjamin kelancaran ekspor, apalagi ini soal komoditas perikanan yang menjadi sumber pendapatan nelayan di Natuna," ujar Hasim.
Dampak Langsung bagi Nelayan Natuna
Lancarnya jalur ekspor ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan nelayan di Natuna. Dengan permintaan yang stabil dari Hong Kong dan Malaysia, harga jual ikan di tingkat nelayan pun lebih terjamin dibandingkan hanya mengandalkan pasar domestik. Ke depan, Karantina Kepri berkomitmen untuk terus menjaga standar mutu agar kepercayaan pasar internasional terhadap produk perikanan Natuna tetap terjaga.