TANJUNGPINANG — Pendidikan karakter anak harus dimulai sejak dini melalui pola asuh yang baik di keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Hal itu ditekankan oleh Ketua Umum Seruni Selvi Gibran Rakabuming saat menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
"Pendidikan karakter itu dasar segalanya. Anak pintar dan sukses, tapi tanpa etika dan budi pekerti, tak ada gunanya," ujar Selvi dalam sambutannya di kawasan Tugu Sirih, Kamis.
Kolaborasi Tiga Pilar untuk Generasi Emas
Menurut Selvi, pembentukan karakter anak membutuhkan kolaborasi antara orang tua, guru, dan lingkungan sekitar. Nilai-nilai positif harus tertanam secara berkelanjutan agar anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Istri dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka itu menyebut, anak tidak cukup hanya dibekali kecerdasan akademik. Keseimbangan antara nilai etika dan budi pekerti menjadi syarat utama menyongsong cita-cita Indonesia Emas 2045.
Ancaman di Ruang Digital Jadi Perhatian Serius
Selain pendidikan karakter, Selvi juga mengingatkan pentingnya perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, dan ancaman di ruang digital. Hal ini sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2026, yaitu "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan."
"Kita harus melindungi anak-anak dari kekerasan, eksploitasi, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama," ucapnya.
Selvi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak Indonesia. Menurutnya, perlindungan menyeluruh ini menjadi kunci agar anak-anak dapat tumbuh optimal tanpa rasa takut.
Menuju Indonesia Emas 2045 dari Tanjungpinang
Peringatan puncak HAN ke-42 di Tanjungpinang menjadi momentum pengingat bagi semua pihak. Selvi menekankan bahwa pendidikan karakter dan perlindungan anak adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar.
"Kita wujudkan ruang aman dan nyaman bagi seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali guna mewujudkan Indonesia emas 2045," demikian Selvi dalam sambutannya.