TANJUNG PINANG — Pemerintah pusat memastikan pelaku UMKM di Kabupaten Bintan tidak hanya menjadi penonton dari derasnya kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut. Kementerian UMKM secara spesifik mendorong mereka untuk menjadi pemasok kebutuhan hotel, resort, restoran, hingga penyedia cendera mata dan kuliner khas.
Mengapa UMKM Harus Masuk Ekosistem Pariwisata?
Reghi Perdana menyebutkan bahwa keberhasilan pariwisata tidak bisa diukur semata dari jumlah turis yang datang. Ukuran yang lebih penting, kata dia, adalah seberapa besar nilai tambah ekonomi yang bisa dinikmati masyarakat lokal dari setiap kunjungan.
“Pariwisata memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi UMKM sebagai bagian dari ekosistemnya. Hotel, resort, restoran, pusat oleh-oleh, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan menjadi ruang yang semakin luas bagi pemasaran produk UMKM lokal,” ujar Reghi dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis.
Bupati Bintan: Infrastruktur Jadi Syarat Mutlak
Bupati Bintan Roby Kurniawan menyambut baik dorongan tersebut. Ia menekankan bahwa tanpa infrastruktur yang memadai, sulit bagi pelaku UMKM untuk bersaing dan memenuhi standar permintaan industri pariwisata kelas internasional.
Pemkab Bintan saat ini tengah fokus membangun akses jalan, memperbaiki kualitas sumber daya manusia, serta mengembangkan destinasi wisata berkelanjutan yang berbasis masyarakat. “Dengan infrastruktur, promosi, dan aksesibilitas yang semakin baik, kami optimistis sektor pariwisata akan memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat,” ujar Roby.
Peluang Besar di Balik Lonjakan Wisatawan
Bintan selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Kepulauan Riau yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara maupun domestik. Lonjakan kunjungan ke kawasan Lagoi dan sekitarnya dinilai menjadi momentum bagi UMKM untuk naik kelas.
Namun, tantangan utamanya adalah standarisasi produk dan konsistensi pasokan. Pelaku UMKM lokal perlu dibekali kemampuan produksi massal serta kemasan yang sesuai dengan kebutuhan hotel dan resort berbintang.
Kementerian UMKM berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri pariwisata bisa segera diwujudkan dalam bentuk program pendampingan dan akses permodalan. Dengan begitu, UMKM Bintan tidak hanya menjadi pemasok musiman, tetapi mitra tetap dalam rantai pasok pariwisata daerah.