Pencarian

KPP Natuna Gelar Diklat SAR Medical First Responder Selama 25 Hari, Bekali 30 Personel Pertolongan Medis Darurat

Selasa, 04 Agustus 2026 • 08:22:31 WIB
KPP Natuna Gelar Diklat SAR Medical First Responder Selama 25 Hari, Bekali 30 Personel Pertolongan Medis Darurat
Personel KPP Natuna mengikuti praktik penanganan korban dalam Diklat SAR Medical First Responder di Natuna, Senin (3/8/2026).

NATUNA — Sebanyak 30 personel yang terdiri atas PNS dan PPPK di lingkungan Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) SAR Medical First Responder (MFR). Pelatihan yang berlangsung sejak 3 hingga 27 Agustus 2026 ini bertujuan memperkuat kemampuan dasar pertolongan medis bagi personel SAR sebelum korban mendapatkan penanganan tenaga kesehatan.

Kepala KPP Natuna Abdul Rahman menegaskan bahwa kemampuan MFR menjadi kebutuhan mendesak di wilayahnya. Kondisi geografis Natuna yang terdiri dari gugusan pulau membuat akses menuju fasilitas kesehatan kerap memakan waktu lama, baik melalui jalur laut maupun darat.

Sepuluh Menit Pertama: Waktu Emas Penentu Nyawa Korban

Abdul Rahman menjelaskan bahwa kecepatan bertindak pada saat-saat awal kejadian sangat menentukan keselamatan korban. Ia menyebut rentang waktu sepuluh menit pertama setelah insiden sebagai periode krusial yang tidak boleh disia-siakan.

"Oleh karena itu, kemampuan MFR sangat penting. Sepuluh menit pertama setelah kejadian merupakan waktu emas untuk menyelamatkan nyawa. Melalui pelatihan ini kami ingin memastikan semakin banyak orang yang siap bertindak," katanya di Natuna, Senin.

Materi Pelatihan: Dari Penilaian Awal hingga Teknik Evakuasi

Diklat ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis yang aplikatif di lapangan. Materi yang diberikan mencakup penilaian awal kondisi korban, penanganan henti napas dan henti jantung, pengendalian perdarahan, serta penanganan patah tulang.

Selain penyampaian teori di kelas, para peserta juga menjalani praktik lapangan dan simulasi penanganan kecelakaan. Metode ini dipilih agar personel terbiasa mengambil keputusan cepat dalam situasi tekanan tinggi di lokasi kejadian.

Memperkuat Budaya Keselamatan di Wilayah Kerja Natuna

Abdul Rahman menegaskan bahwa kegiatan ini bukan program sekali jalan. Pihaknya berkomitmen menyelenggarakan pelatihan serupa secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan menanamkan budaya keselamatan di Kabupaten Natuna.

Ia berharap melalui diklat tersebut, pelayanan pencarian dan pertolongan di kabupaten paling utara Indonesia itu semakin optimal. Targetnya, penanganan awal kepada korban bisa dilakukan dengan cepat, tepat, dan efektif sebelum layanan medis lanjutan diberikan oleh tenaga kesehatan.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks