Pencarian

Kemensos Tanggung Biaya Kuliah hingga Uang Hidup untuk Satu Lulusan Sekolah Rakyat Natuna, Ini Syaratnya

Jumat, 07 Agustus 2026 • 05:43:01 WIB
Kemensos Tanggung Biaya Kuliah hingga Uang Hidup untuk Satu Lulusan Sekolah Rakyat Natuna, Ini Syaratnya
Satu-satunya lulusan pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 32 Natuna mendapatkan jaminan pembiayaan penuh dari Kemensos untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

NATUNA — Satu-satunya lulusan pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 32 Natuna kini mendapat jaminan pembiayaan penuh dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Tidak hanya uang kuliah, kebutuhan hidup selama masa pendidikan juga ditanggung oleh negara.

Kepala SRT 32 Natuna Bumiselan mengatakan, para tamatan yang ingin kuliah tinggal mendaftar mengikuti seleksi masuk ke kampus-kampus yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah. Salah satu perguruan tinggi yang terhubung dengan program ini adalah Universitas Ary Ginanjar (UAG).

Pilihan Kampus Diserahkan ke Siswa, Biaya Hidup Ikut Ditanggung

Bumiselan menjelaskan bahwa pilihan kampus tidak ditentukan sepihak oleh pemerintah. Siswa diberikan keleluasaan untuk memilih perguruan tinggi yang tersedia, sementara seluruh pembiayaan operasional disiapkan oleh Kemensos.

"Biayanya ditanggung, termasuk biaya kehidupan. Untuk kampus, pilihannya diserahkan kepada mahasiswa karena banyak kampus yang sudah disiapkan," ujarnya di Natuna, Kamis.

Jika Tidak Kuliah, Lulusan Diarahkan ke Dunia Kerja

Bagi tamatan yang memilih tidak melanjutkan studi, pemerintah tidak melepas begitu saja. Mereka akan diarahkan untuk masuk ke pasar kerja, namun sebelumnya wajib mengikuti pelatihan keterampilan terlebih dahulu.

Pelatihan ini dirancang agar kompetensi yang dimiliki para lulusan sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja saat ini. Langkah ini menjadi jalur kedua bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk tetap mandiri secara ekonomi.

Pembinaan Karakter Jadi Bekal Sebelum Lulus

Keseriusan pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan sebenarnya sudah terlihat sejak siswa pertama kali menginjakkan kaki di SRT 32 Natuna. Selama menempuh pendidikan, seluruh kebutuhan pokok peserta didik disiapkan negara, mulai dari pakaian, kebutuhan harian, hingga makanan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Selain akademik, para siswa juga mendapat pembinaan karakter yang menekankan nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, serta sikap positif dalam keseharian. Menurut Bumiselan, bekal non-akademik ini sama pentingnya dengan nilai rapor agar lulusan mampu bersaing dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.

"Harapannya anak-anak ini memiliki bekal yang cukup, tidak hanya secara akademik, tetapi juga karakter, sehingga mampu bersaing dan mengubah kondisi keluarganya ke arah yang lebih baik," katanya.

Program Sekolah Rakyat ini merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk memutus siklus kemiskinan antargenerasi dengan menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Natuna.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks