KEPULAUAN RIAU — Kepanikan melanda kawasan pesisir Labuan Bajo setelah BMKG mengonfirmasi adanya tsunami di tiga wilayah imbas gempa dahsyat yang mengguncang NTT pada dini hari tadi. Data resmi BMKG mencatat ketinggian gelombang tsunami di Labuan Bajo mencapai 0,36 meter, disusul Sikka 0,19 meter pada pukul 05.03 WIB dan Dompu 0,17 meter pada pukul 05.29 WIB.
Rahmat Eko Mulyati (39), warga setempat, menyaksikan langsung tanda alam yang menjadi alarm bahaya. Air laut di hadapannya justru menyusut menjauh, sebuah indikasi yang diwaspadai sebagai pertanda datangnya gelombang susulan.
Warga Berlarian Menyelamatkan Diri ke Bukit
"Air laut sudah surut jauh ke dalam laut sekarang, tinggal tunggu naik. Kami lihat dari atas," kata Rahmat saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (15/8/2026).
Keputusan untuk mengungsi diambil secara spontan. Bersama para tetangga, Rahmat bergegas meninggalkan rumah menuju dataran yang lebih tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari gelombang susulan.
"Kami dan tetangga-tetangga cari tempat yang tinggi," ujarnya.
Dua Anak di Ende Belum Bisa Dihubungi
Di tengah hiruk-pikuk evakuasi, kecemasan Rahmat berlipat ganda. Dua anaknya diketahui tengah berada di sebuah pesantren di Ende, wilayah yang juga masuk dalam zona peringatan dini tsunami. Hingga berita ini diturunkan, komunikasi dengan kedua anaknya masih terputus.
"Kami panik semua. Belum lagi pikirkan dua anak di pesantren di Ende. Sampai sekarang belum bisa dihubungi. Pihak pesantren bilang belum bisa dihubungi," tutur Rahmat.
Peringatan Dini dan Imbauan Otoritas
Gempa utama tercatat terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa di laut. Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami yang mencakup wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta untuk tetap tenang namun waspada, mengikuti arahan resmi dari BMKG dan pemerintah setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Evakuasi mandiri ke tempat tinggi tetap menjadi langkah paling aman hingga status peringatan dini resmi dicabut.