BINTAN — Setelah vakum sejak 2020, deru kayuhan sepeda kembali memecah keheningan kawasan Lagoi Bay pada akhir pekan lalu. Tour de Bintan 2026 yang digelar 21-23 Agustus sukses mengumpulkan atlet dari puluhan negara, sekaligus membuktikan daya tarik Pulau Bintan sebagai arena balap sepeda berkelas dunia.
Kategori Gran Fondo Classic 150 kilometer menjadi primadona dengan 266 peserta yang menempuh rute terpanjang. Disusul Gran Fondo Century 100 kilometer yang diikuti 221 peserta, serta Gran Fondo Discovery 45 kilometer dengan 182 peserta. Adapun Gran Fondo Challenge 70 kilometer dan Individual Time Trial 17 kilometer masing-masing diikuti 101 dan puluhan peserta lainnya.
Para pebalap tidak hanya berlomba mengejar waktu. Lintasan yang membelah kawasan pantai, perkampungan warga, hingga tepian hutan tropis menyuguhkan panorama khas Bintan yang sulit ditemukan di arena balap lain.
Bukan Hanya Balap Sepeda, Ini Ekosistem Sport Tourism Bintan
Tour de Bintan hanyalah satu sisi dari strategi besar Bintan Resorts membangun destinasi wisata olahraga. Dua agenda internasional lain telah lebih dulu mengakar: Mandiri Bintan Marathon yang lahir pada 2019 dan Bintan Triathlon yang usianya sudah lebih dari dua dekade.
Bintan Triathlon sendiri pernah meraih penghargaan Event Pariwisata Konsisten dari Pemerintah Provinsi Kepri. Pada puncak kejayaannya di 2017, ajang ini mampu menarik sekitar 1.300 atlet dari 37 negara. Setelah sempat terhenti tiga tahun, event ini kembali bergulir pada 2023 dan tetap diminati lebih dari 500 atlet dari 35 negara.
Pengakuan internasional juga datang dari Kementerian Pariwisata. Pada 2019, Bintan Triathlon dan Tour de Bintan masuk Top 10 Calendar of Event, sementara Ironman 70.3 Bintan tercatat dalam Top 100.
Event Pendukung: Dari Jong Race hingga E-Sport Championship
Kalender kegiatan di Lagoi tidak pernah sepi. Bintan E-Sport Championship dijadwalkan bergulir pada 27-28 Juni 2026 di Plaza Lagoi. Ada pula Jong Race Festival yang mengangkat tradisi perahu layar mini khas Kepri.
Bintan Regatta, hasil kolaborasi dengan Changi Sailing Club, melibatkan 15 kapal layar dari Singapura dan sekitar 250 perahu Jong dari komunitas lokal. Sementara Road to Give menggabungkan lari santai dengan aksi amal yang digelar Natra Bintan dan Four Points by Sheraton.
Kawasan 27.000 Hektare dengan Akses Internasional
Bintan Resorts memiliki areal sekitar 27.000 hektare, namun baru sepertiganya yang dikelola. Meski begitu, kawasan ini telah menjadi hub pariwisata regional dengan dukungan Pelabuhan Bandar Bentan Telani sebagai gerbang masuk wisatawan mancanegara.
Data kunjungan menunjukkan tren positif. Sebanyak 171.000 wisatawan mancanegara tiba melalui pelabuhan tersebut pada 2024, meningkat menjadi sekitar 240.000 pada 2025, dan mencapai sekitar 129.000 kedatangan hingga Juni 2026. Wisatawan datang dari Singapura, Malaysia, China, India, Australia, dan Jepang.
Dari sisi akomodasi, kawasan ini memiliki lebih dari 3.200 kamar hotel dan ditargetkan bertambah menjadi sekitar 5.500 kamar dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Pilihan menginap membentang dari hotel mewah seperti Banyan Tree Bintan, villa privat, hingga konsep glamping.
Konsistensi penyelenggaraan event berskala internasional ini menjadi bukti bahwa Bintan Resorts tidak sekadar mengejar jumlah kunjungan, tetapi membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan. Event olahraga menjadi jangkar, alam menjadi panggung, dan masyarakat lokal menjadi bagian dari denyut aktivitas pariwisata itu sendiri.