Sebanyak 800 pesepeda dari 42 negara ambil bagian dalam ajang balap sepeda internasional Tour de Bintan 2026 yang berlangsung di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada 21-23 Agustus. Dari jumlah tersebut, 616 peserta merupakan pesepeda mancanegara yang turut memperkuat promosi pariwisata daerah di kancah global. Ajang yang berpusat di kawasan Lagoi Bay ini pun resmi ditutup dengan pelepasan peserta oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad pada hari ketiga.
BINTAN — Tour de Bintan 2026 tidak hanya menjadi ajang adu cepat antar pembalap, tetapi juga panggung promosi pariwisata Kepulauan Riau ke dunia internasional. Sebanyak 616 pesepeda mancanegara dari total 800 peserta yang datang dari 42 negara memadati kawasan Lagoi Bay selama tiga hari perlombaan.
Koordinator Utama Tour de Bintan 2026 Raja Azmizal Usman menyebutkan, peserta domestik tercatat sebanyak 184 orang. Kehadiran peserta asing dinilai memberikan dampak ganda, baik dari sisi kompetisi maupun promosi destinasi.
Peserta Bawa Keluarga, Dampaknya ke Okupansi Hotel
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Hasan mengatakan, para peserta tidak datang sendirian. Banyak dari mereka membawa keluarga dan komunitasnya, sehingga turut menggunakan berbagai layanan pariwisata selama berada di Bintan.
"Lebih jauh lagi, mereka pulang membawa pengalaman," ujar Hasan dalam keterangan yang diterima di Batam, Selasa.
Pengalaman tersebut, lanjutnya, akan menjadi cerita yang dibawa ke negara masing-masing. Secara tidak langsung, hal ini menjadi promosi Bintan dan Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga.
Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Keamanan Lintasan
Keberhasilan penyelenggaraan event ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak. Chief Operating Officer Bintan Resorts Abdul Wahab menyebut kolaborasi antara pemerintah daerah, penyelenggara, aparat keamanan, tenaga medis, hingga pelaku usaha menjadi faktor utama.
"Kerja sama tersebut terlihat dari satu hal yang sederhana namun penting, yakni peserta dapat menyelesaikan perlombaan dengan aman di lintasan yang telah dipersiapkan," kata Abdul Wahab.
Dukungan pemerintah juga tampak nyata. Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio melepas peserta di hari pertama, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura di hari kedua, serta Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di hari ketiga.
Dominasi Singapura dan Kejutan Pembalap Lokal
Dari sisi prestasi, pembalap Singapura Eamon Lim tampil dominan dengan meraih juara pada tiga kategori sekaligus: Gran Fondo Classic 150 kilometer, Gran Fondo Century 100 kilometer, dan Individual Time Trial 17 kilometer untuk kelompok usia 19-34 tahun.
Pada Gran Fondo Classic 150 kilometer putra, posisi kedua ditempati Khon Fung Tong (Singapura), dan posisi ketiga diraih Qorismayu Irwandi Setra dari Indonesia. Untuk kategori putri, Rae Woon keluar sebagai juara pertama, disusul Chng Jiaying Crystal dan Meliani Julia Martina Lee.
Pesepeda Indonesia tetap mencatatkan prestasi. Michyko Anesthasya menjadi juara pertama kategori Elite Individual Time Trial 17 kilometer setelah mengungguli peserta mancanegara. Chaidir Akbar juga naik podium utama pada Gran Fondo Discovery 45 kilometer kategori pria usia 40-44 tahun.
Lintasan Kembali Normal, Cerita Peserta Terus Mengalir
Dengan berakhirnya Tour de Bintan 2026, aktivitas masyarakat di sejumlah ruas jalan yang sebelumnya menjadi lintasan perlombaan kembali normal. Namun, pengalaman ratusan peserta mancanegara selama di Bintan diharapkan terus menjadi bagian dari promosi pariwisata Indonesia di tingkat internasional.