NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tahun 2026 di Lapangan Kantor Bupati, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Senin (4/5/2026). Bupati Natuna Cen Sui Lan bertindak langsung sebagai pembina upacara dalam kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pukul 07.15 WIB tersebut.
Hadir mendampingi Bupati, Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik beserta jajaran unsur Forkopimda dan pejabat vertikal. Upacara ini diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari ASN, pelajar, hingga tokoh masyarakat. Suasana di Kelurahan Bandarsyah terpantau tertib dan kondusif selama prosesi pengibaran bendera Merah Putih hingga pembacaan ikrar pelajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Natuna Hendra Kusuma bertindak sebagai perwira upacara, sementara kepemimpinan barisan dipercayakan kepada Yunasrul. Kehadiran perwakilan dari TNI-Polri, Kejaksaan, Pengadilan, hingga lembaga seperti Bakamla dan BMKG mempertegas dukungan lintas instansi terhadap sektor pendidikan di gerbang utara Indonesia ini.
Implementasi Konsep Deep Learning di Sekolah Natuna
Dalam amanatnya, Bupati Cen Sui Lan membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang menyoroti transformasi paradigma belajar. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah penerapan konsep Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai strategi baru untuk mendongkrak kualitas pendidikan nasional.
“Pendidikan adalah sesuatu proses dalam memanusiakan manusia, yang dilakukan dengan penuh kasih sayang untuk mengembangkan potensi peserta didik secara utuh,” kata Cen Sui Lan saat membacakan pidato menteri di hadapan ratusan peserta upacara.
Pemerintah pusat melalui kementerian terkait menginstruksikan agar setiap satuan pendidikan mulai berfokus pada pemahaman materi yang lebih substansial daripada sekadar hafalan. Langkah ini diharapkan mampu mencetak generasi yang memiliki nalar kritis dan kemampuan adaptasi tinggi terhadap perubahan zaman.
Fokus Revitalisasi Sarana dan Kesejahteraan Guru
Selain aspek kurikulum, Pemkab Natuna juga menggarisbawahi sejumlah kebijakan strategis yang tengah berjalan. Fokus utama mencakup revitalisasi sarana pendidikan yang terdampak usia serta percepatan digitalisasi pembelajaran di sekolah-sekolah, terutama yang berada di pulau-pulau penyangga.
Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru tetap menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah. Langkah ini dinilai krusial mengingat peran tenaga pendidik sebagai ujung tombak keberhasilan penguatan karakter peserta didik di ruang kelas.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan inklusif. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mengakses pendidikan, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil maupun anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Natuna.
Komitmen Pendidikan Inklusif di Wilayah Perbatasan
Peringatan Hardiknas ke-67 ini menjadi momentum bagi Pemkab Natuna untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan wali murid. Akses pendidikan yang merata di seluruh lapisan masyarakat menjadi target utama guna mewujudkan Indonesia yang maju dan bermartabat dari beranda depan negara.
Ketua Komisi I DPRD Natuna yang hadir mewakili pimpinan dewan, bersama Sekretaris Daerah Natuna, memberikan apresiasi atas terselenggaranya upacara yang berlangsung tertib ini. Integrasi antara nilai-nilai kebangsaan dan penguasaan teknologi menjadi pesan kuat yang dibawa dalam peringatan tahun ini.
Rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan pendidikan di Kepulauan Riau. Setelah upacara selesai pada pukul 08.30 WIB, Bupati dan jajaran Forkopimda menyempatkan diri berdialog singkat dengan perwakilan pelajar dan guru yang hadir di lapangan Bukit Arai.