BATAM — Pemerintah Kota Batam menggelar pertemuan silaturahmi dengan jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di ruang VVIP Bandara Internasional Hang Nadim, Selasa lalu. Dialog cair ini menjadi ruang diskusi untuk menyelaraskan gagasan mengenai masa depan pembangunan kota yang lebih terukur dan inklusif.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menekankan pentingnya akurasi data sebagai fondasi utama dalam mengambil setiap kebijakan publik. Menurutnya, sinkronisasi data antara pemerintah daerah dan pusat adalah hal yang tidak bisa ditawar agar program kerja tepat sasaran.
Data Jadi Panglima Kebijakan Pembangunan di Batam
Bagi Li Claudia, setiap anggaran dan program pembangunan harus berpijak pada angka-angka yang valid. Ia menyebut bahwa data berperan sebagai "panglima" yang menentukan ke mana arah kebijakan akan dibawa untuk kepentingan masyarakat luas.
“Saya kalau bekerja tidak mau setengah-setengah, harus total,” ujar Li Claudia dalam diskusi tersebut. Penegasan ini menggambarkan komitmennya dalam menuntaskan tanggung jawab pemerintahan dengan profesionalisme tinggi dan berbasis pada data kependudukan yang akurat.
Fokus pada Penyerapan Tenaga Kerja dan Ekonomi Warga
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyoroti aspek dampak sosial dari setiap pembangunan infrastruktur. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari kemegahan fisik, tetapi dari sejauh mana roda ekonomi warga bergerak.
Amsakar menegaskan bahwa target utama dari berbagai proyek strategis di Batam adalah menciptakan lapangan kerja baru. Penyerapan tenaga kerja lokal menjadi indikator penting untuk mengukur kesuksesan kebijakan ekonomi di tingkat daerah.
“Pembangunan harus bisa dirasakan langsung, terutama dalam menekan angka pengangguran,” tegas Amsakar. Ia berharap sinergi yang terbangun dapat memastikan setiap investasi yang masuk ke Batam memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Bagaimana Peran PWI dalam Mengawal Investasi Daerah?
Di sisi lain, PWI memposisikan diri sebagai mitra strategis yang memberikan masukan konstruktif bagi pemerintah. Ketua Departemen Budaya PWI Pusat, Ramon Damora, menyatakan bahwa pers memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk narasi pembangunan yang jernih dan berkualitas.
“PWI hadir bukan hanya sebagai pencatat peristiwa, tapi juga memberikan masukan konstruktif,” kata Ramon. Peran jurnalisme yang sehat dinilai mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif serta membangun kepercayaan publik terhadap setiap langkah yang diambil pemerintah daerah.
Pertemuan yang berlangsung hangat di tengah hiruk-pikuk aktivitas bandara ini ditutup dengan kesadaran bersama. Bahwa pembangunan Batam memerlukan kolaborasi lintas sektor, di mana media berperan sebagai penyambung lidah sekaligus pengawal kebijakan agar tetap pada koridor kepentingan rakyat.