Pencarian

Iran Tuntut Jaminan FIFA: Hormati Simbol Negara di Piala Dunia 2026

Rabu, 06 Mei 2026 • 01:07:01 WIB
Iran Tuntut Jaminan FIFA: Hormati Simbol Negara di Piala Dunia 2026
Delegasi Iran menghadiri rapat koordinasi FIFA di Zurich terkait insiden penolakan visa di Kanada.

FIFA resmi meminta maaf kepada Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) menyusul insiden penolakan delegasi mereka saat hendak memasuki wilayah Kanada. Langkah diplomasi ini bertujuan meredam ancaman boikot Iran pada Piala Dunia 2026 sekaligus memastikan perlindungan penuh bagi tim nasional dan suporter dari intervensi politik negara tuan rumah.

Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) memastikan tetap berlaga pada putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, partisipasi ini bergantung pada syarat ketat berupa jaminan perlindungan tertulis dari otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA.

Tensi diplomatik memanas setelah delegasi FFIRI mendapat perlakuan diskriminatif dari otoritas keamanan Kanada akhir bulan lalu. Meski FIFA sempat menepis isu mundurnya Iran akibat konflik Timur Tengah, insiden di pintu kedatangan tersebut memicu ketersinggungan besar di Teheran.

Tuntutan Iran: Hormati Simbol Negara dan IRGC

Presiden FFIRI, Mehdi Taj, menuntut kepastian agar delegasi dan suporter tidak dipersulit saat memasuki wilayah Amerika Utara. Fokus utama tuntutan ini menyasar penghormatan terhadap simbol negara dan institusi militer mereka.

"Kami meminta jaminan perjalanan bahwa mereka tidak boleh menghina lambang negara kami, khususnya IRGC," tegas Taj mengutip Anadolu.

Taj mendesak FIFA menetapkan aturan main yang jelas bagi negara tuan rumah guna mencegah pelecehan kedaulatan. Iran menginginkan atmosfer turnamen yang murni tanpa gangguan agenda politik bagi para atletnya.

Kronologi Penolakan Visa dan Interogasi di Kanada

Prahara bermula saat delegasi pimpinan Mehdi Taj hendak menghadiri Kongres FIFA. Meski mengantongi visa valid, rombongan justru ditolak masuk ke Kanada tanpa alasan yang bisa diterima oleh federasi.

Otoritas keamanan Kanada dilaporkan menginterogasi delegasi terkait keterlibatan mereka dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Walaupun Kanada melarang organisasi militer tersebut, FFIRI menilai pemeriksaan itu tidak relevan dengan agenda sepak bola internasional.

Perlakuan tersebut sempat membuat FFIRI mengancam akan meninjau ulang keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Iran mendesak FIFA agar mampu melindungi anggotanya dari tekanan politik negara penyelenggara.

Mediasi FIFA dan Rapat Koordinasi di Zurich

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, bergerak cepat menyampaikan permohonan maaf resmi demi meredakan situasi. FIFA mengundang FFIRI menghadiri rapat koordinasi khusus di Zurich pada 20 Mei mendatang.

Pertemuan ini menjadi ajang bagi Iran untuk memaparkan poin keberatan secara langsung. Taj menegaskan bahwa status tuan rumah adalah milik FIFA, sehingga Amerika Serikat atau Kanada dilarang mencampuradukkan urusan politik.

"Kami sudah lolos dan tuan rumah kami adalah FIFA, bukan Trump atau Amerika. Jika mereka mau kami hadir, maka mereka tidak boleh menghina militer atau institusi kami," pungkas Taj.

Bagikan
Sumber: sport.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks