KEPULAUAN RIAU — Perasaan campur aduk dialami Erling Haaland usai Norwegia kalah 1-2 dari Inggris pada perempatfinal Piala Dunia 2026, Minggu (12/7). Di satu sisi ia bangga membawa timnya pertama kali lolos ke fase delapan besar. Namun langkah Norwegia terhenti di tangan Tim Tiga Singa yang akan melawan Argentina di semifinal.
Brace Bellingham Bubarkan Perlawanan Norwegia
Jude Bellingham menjadi mimpi buruk bagi Haaland dan kawan-kawan. Gelandang Real Madrid itu mencetak dua gol alias brace yang memastikan kemenangan Inggris.
Alih-alih kecewa, Haaland justru memberikan pujian setinggi langit untuk mantan rekan setimnya di Borussia Dortmund itu. "Saya tidak kaget dengan performa Bellingham, karena kami pernah main bersama. Dia pemain hebat," ujarnya dikutip dari BBC.
"Bellingham Tidak Layak Dikritik"
Haaland bahkan menyempatkan diri membela Bellingham yang belakangan kerap menjadi sasaran kritik. Menurutnya, ekspektasi publik terhadap pemain 21 tahun itu sudah melampaui batas wajar.
"Satu-satunya masalah Bellingham adalah dia terkadang terlalu banyak dikritik ketika tidak mencetak cukup banyak gol. Itu tidak pantas," tegas Haaland.
Striktor berusia 24 tahun itu menegaskan kemampuan Bellingham jauh di atas sekadar produktivitas gol. "Dia masih bisa mencetak gol dan menggiring bola melewati semua orang di lapangan. Bellingham luar biasa, semua tim mau punya pemain seperti dirinya," tutupnya.
Dari Puncak Madrid ke Kambing Hitam
Bellingham memang sempat mencuri panggung di musim debutnya bersama Real Madrid pada 2023/24. Ia memenangi LaLiga dan Liga Champions, plus mencetak 19 gol yang menjadikannya top skor klub.
Namun dua musim berikutnya grafiknya menurun drastis. Jumlah gol Bellingham berkurang signifikan seiring Madrid yang nihil gelar. Alhasil ia tak luput menjadi kambing hitam atas kegagalan Los Blancos.
Kini, dengan dukungan dari rival sekaligus sahabatnya, Bellingham diharapkan bisa tampil lepas membawa Inggris melaju hingga final Piala Dunia 2026.