LINGGA — Kepanikan sempat melanda keluarga 20 pendaki asal Kabupaten Lingga yang mengikuti ekspedisi bertajuk Jelutung 3D2N. Rombongan tersebut diketahui memulai perjalanan pada Kamis (14/5/2026) menuju Air Terjun Ranoh dan Air Terjun Sepanjang di kawasan pedalaman Desa Mentuda.
Berdasarkan jadwal, para pendaki seharusnya kembali pada Sabtu sore pukul 15.00 WIB. Namun, hingga pukul 22.30 WIB, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan kabar sama sekali dari rombongan.
Laporan Hilang Diterima BPBD, Tak Ada Pemberitahuan ke Pemerintah Desa
Kepala BPBD Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal, mengatakan laporan pertama diterima Pusdalops BPBD dari pihak keluarga pada Sabtu malam. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ekspedisi tersebut tidak memiliki pemberitahuan resmi kepada pemerintah desa maupun instansi terkait.
"Daftar nama rombongan dan pemberitahuan kegiatan tersebut tidak ada. BPBD sudah koordinasi dengan Kades Mentuda dan kepala dusun," ujar Oktanius saat dikonfirmasi, Minggu (17/5/2026) pagi.
Tim Gabungan Berangkat dengan Perlengkapan Tali-Temali
Mendapat laporan, tim gabungan segera dibentuk. Unsur yang terlibat meliputi Koramil, Pos AL Buton, Polsek, BPBD, relawan Perpetual, dan tenaga kesehatan. Total 12 personel dikerahkan dengan titik kumpul di Pelabuhan Penarik.
"Tim rencana akan berangkat pukul 14.00 WIB. Kami membawa perlengkapan keselamatan dan tali-temali untuk mengantisipasi kondisi di lapangan," jelas Oktanius. Perjalanan menuju lokasi direncanakan menggunakan pompong, sementara BPBD terus memantau kondisi cuaca.
Kabar Baik: Rombongan Akhirnya Dikontak Jelang Siang
Setelah hampir 24 jam tanpa kabar, BPBD akhirnya mendapatkan informasi terkini pada Minggu siang. Oktanius menyampaikan bahwa tim mendapat info rombongan dalam keadaan selamat dan akan menunggu di Penarik bersama tenaga kesehatan dari puskesmas.
"Alhamdulillah menjelang siang, tim sudah dapat info dan tim akan menunggu di Penarik dengan pihak kesehatan dari puskesmas," tutur Oktanius.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya prosedur keselamatan dan pemberitahuan kegiatan kepada aparat setempat sebelum melakukan ekspedisi ke kawasan pedalaman. Tanpa koordinasi, proses pencarian bisa tertunda dan membahayakan keselamatan para pendaki.