KEPULAUAN RIAU — Premier League memang baru menyisakan satu pekan lagi, tapi perburuan tiket ke Piala Dunia sudah memasuki babak krusial. Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, dijadwalkan mengumumkan skuad final pada Jumat pekan ini. Bagi sejumlah pemain yang berada di ambang batas, akhir pekan kemarin menjadi ajang pembuktian terakhir yang tak boleh disia-siakan.
Luke Shaw: Comeback Tepat Waktu di Momen Kritis
Bek kiri Manchester United, Luke Shaw, terakhir kali memperkuat Inggris di final Euro 2024 melawan Spanyol. Cedera panjang yang membuatnya absen hampir sepanjang musim 2024-25 — hanya tampil di tujuh laga liga — jelas menjadi hambatan besar.
Namun, situasi berubah drastis. Shaw kini bugar dan konsisten menjadi starter di setiap pertandingan United. Golnya yang cerdik ke gawang Nottingham Forest — gol Premier League pertamanya sejak Januari 2023 — menjadi pengingat kualitasnya yang sempat hilang.
"Saya rasa dia layak dipanggil kembali. Konsistensi, performa, dan pengalamannya di dua final turnamen besar adalah aset berharga," ujar pelatih United, Carrick, saat ditanya soal peluang Shaw.
Morgan Gibbs-White: Kapten Forest yang Haus Gol
Berbeda dengan Shaw, Morgan Gibbs-White justru tampil trengginas sepanjang musim. Gelandang serang Nottingham Forest itu mencatatkan 14 gol Premier League musim ini, termasuk gol first-time indah ke gawang Manchester United. Sejak Maret 2026, ia sudah mengemas sembilan gol dan dua asis di semua kompetisi.
Masalahnya, persaingan di posisinya sangat ketat. Jude Bellingham, Morgan Rogers, Phil Foden, dan Cole Palmer adalah nama-nama besar yang menghuni lini tengah serang Inggris. Meski statistik Gibbs-White — dua kali lebih banyak dari rival-rivalnya di tahun 2026 — sangat mentereng, Tuchel tetap punya pertimbangan berat.
Adam Wharton: Gol Perdana yang Bisa Ubah Segalanya
Gelandang Crystal Palace, Adam Wharton, mencuri perhatian dengan gol pertamanya untuk klub. Tembakan kaki kirinya dari tepi kotak penalti membawa Palace imbang melawan Brentford. Selebrasi salto yang ia lakukan menjadi momen yang sulit diabaikan Tuchel.
Wharton, 22 tahun, memang sudah masuk dalam dua skuad Inggris sebelumnya meski baru mengoleksi empat caps sejak debut Juni 2024. Cedera sempat menghambatnya, tapi performa akhir musim ini bisa menjadi tiket terakhirnya menuju Jerman.