TANJUNGPINANG — Realisasi investasi di Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp23,7 triliun. Capaian ini menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan investasi tertinggi di Regional Sumatera, mengungguli Sumatera Utara yang hanya menembus Rp13 triliun pada periode yang sama.
Penopang Investasi: Asing dan Domestik
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kepri merinci, dari total Rp23,7 triliun tersebut, investasi asing menyumbang Rp14,05 triliun. Sementara itu, investasi dalam negeri tercatat sebesar Rp9,75 triliun.
Kepala DPM-PTSP Kepri, Hasfarizal Handra, menyebut tingginya angka ini menjadi sinyal positif. Menurutnya, Kepri masih menjadi primadona bagi para investor untuk menanamkan modalnya.
Komitmen Pemerintah dan Target Rp48,2 Triliun
Hasfarizal Handra menuturkan, komitmen dari pemerintah pusat, Pemprov Kepri, hingga pemerintah kabupaten/kota menjadi faktor kunci. Pemberian izin yang cepat dan efisien dinilai mampu menarik minat investor.
“Kita memberikan penerbitan izin yang cepat dan efisien. Kita pun optimis, target investasi Rp48,2 triliun berdasarkan RPJMD pada tahun 2026 ini akan tercapai,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan, melihat tren positif yang ada, optimisme untuk mencapai target tahunan itu sangat besar.
DPM-PTSP Buka Data Potensi Investasi
Kepala DPM-PTSP Kepri mengajak para investor untuk menghubungi instansinya jika tertarik berinvestasi di daerah tersebut. Pihaknya mengklaim siap membantu dan mendampingi proses investasi.
“Silahkan hubungi kami. Kami siap membantu dan mendampingi,” imbuh Hasfarizal Handra.
DPM-PTSP Kepri juga memiliki data potensi investasi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Data itu diharapkan bisa menjadi panduan bagi calon investor untuk memilih sektor dan lokasi yang tepat.