BATAM — Program Kampung Nelayan Merah Putih di Kepulauan Riau terus bergulir. Untuk tahun 2026, Pemkot Batam mengajukan lima lokasi baru yang tersebar di empat kecamatan berbeda.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengatakan tim dari KKP sudah melakukan survei lapangan. Satu lokasi di Pulau Bulang Lintang masih menunggu jadwal survei susulan.
"(KNMP) di Pulau Bulang Lintan akan disurvei susulan," ujar Yudi Admajianto, Selasa (19/5/2026).
Lima Lokasi yang Diusulkan dan Syarat Kelayakan
Kelima titik yang diusulkan meliputi Kampung Bagang di Kecamatan Sei Beduk, Pulau Ngenang di Kecamatan Nongsa, Pulau Karas di Kecamatan Galang, serta Pulau Temoyong dan Pulau Bulang Lintang di Kecamatan Bulang. Penetapan akhir lokasi, menurut Yudi, akan ditentukan melalui Surat Keputusan Menteri KKP.
Ada empat syarat utama yang harus dipenuhi setiap lokasi usulan. Syarat tersebut mencakup jumlah nelayan aktif, jumlah kapal penangkap ikan, ketersediaan lahan yang clear and clean, serta dukungan jaringan listrik di lokasi tersebut. Tim survei dari KKP akan memastikan seluruh aspek itu terpenuhi sebelum pembangunan dimulai.
32 Kampung Nelayan Se-Kepri, Terbanyak di Natuna dan Lingga
Lima usulan dari Batam merupakan bagian dari total 32 usulan KNMP yang diajukan Pemerintah Provinsi Kepri ke KKP. Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyatakan bahwa pihaknya menargetkan percepatan pembangunan untuk 32 unit tersebut pada 2026 mendatang.
"Yang siap bangun ada 32 unit se-Kepri. Paling banyak di Natuna dan Lingga," kata Ansar.
Pernyataan itu disampaikan Ansar usai mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam sebuah agenda di Kabupaten Bintan. Ia menilai program KNMP merupakan program nasional yang harus segera direalisasikan demi memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Dua Skema Anggaran: Rp22 Miliar untuk KNMP Utama
Pemprov Kepri menyiapkan dua skema pembangunan untuk program ini. Untuk KNMP utama, anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp22 miliar per unit. Sementara itu, KNMP penyangga mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp10 miliar hingga belasan miliar per unit.
Gubernur Ansar juga menargetkan pembangunan 100 KNMP dari total usulan 173 unit yang diajukan di wilayah Kepri. Untuk mempercepat realisasi, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota hingga tingkat desa terus diperkuat.
"Kepala desa dan dinas perikanan di masing-masing daerah sudah kita arahkan semua bekerja keras menyukseskan program (KNMP) ini," tegasnya.
Pemprov Kepri juga menyiapkan strategi untuk mengatasi keterbatasan lahan dengan memaksimalkan ruang laut dan membangun akses penghubung antarwilayah. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi kesejahteraan nelayan di provinsi kepulauan tersebut.