Pencarian

Harga Bahan Baku Plastik Naik, Pemkab Natuna Dorong Kantong Plastik Berbayar untuk Ringankan Pedagang

Senin, 25 Mei 2026 • 14:31:14 WIB
Harga Bahan Baku Plastik Naik, Pemkab Natuna Dorong Kantong Plastik Berbayar untuk Ringankan Pedagang
Pemkab Natuna menerapkan sistem kantong plastik berbayar untuk meringankan beban pedagang akibat kenaikan harga bahan baku plastik.

NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mengambil langkah tak biasa di tengah kenaikan harga bahan baku plastik yang terjadi secara nasional dan global. Alih-alih menanggung sendiri kenaikan biaya, para pedagang kini didorong untuk menerapkan sistem kantong plastik berbayar pada setiap transaksi jual beli.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Kabupaten Natuna, Marwan Sjah Putra, mengatakan bahwa kebijakan ini lahir dari kondisi riil di lapangan. Harga kantong plastik ikut melonjak, dan jika dibebankan sepenuhnya ke pedagang, omzet mereka bisa tergerus.

Bagaimana Mekanisme Plastik Berbayar di Natuna?

Menurut Marwan, sistemnya sederhana. Penjual tetap menjual barang seperti biasa, namun memberikan pilihan kepada pembeli: jika ingin menggunakan kantong kresek, maka akan dikenakan biaya tambahan di luar harga barang. "Setiap pembelian di toko, penjual dapat memberikan pilihan kepada pembeli. Jika ingin menggunakan kantong kresek, maka akan dikenakan biaya tambahan di luar harga barang yang dibeli," ujarnya di Natuna, Minggu.

Dengan cara ini, biaya plastik tidak lagi ditanggung diam-diam oleh pedagang, melainkan menjadi pilihan sadar konsumen. Bagi pembeli yang membawa tas belanja sendiri, mereka bisa berbelanja tanpa biaya tambahan.

Bukan Cuma Kantong Plastik, Harga Pangan Ikut Terdampak

Marwan menjelaskan, kenaikan harga bahan baku plastik tidak hanya berdampak pada kantong kresek. Berbagai bahan pangan yang dikemas menggunakan plastik juga ikut naik harga. Fenomena ini, menurutnya, terjadi secara nasional bahkan global, sehingga penyelesaiannya perlu dilakukan bersama-sama agar solusi yang diambil memberikan dampak positif bagi setiap daerah.

Di sisi lain, kondisi ini menjadi tantangan bagi perusahaan untuk mencari alternatif agar kenaikan harga produk tetap wajar bagi konsumen dan tidak merugikan perusahaan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik.

Momentum Kurangi Sampah Plastik Sekaligus

Pemkab Natuna melihat situasi ini bukan sekadar masalah ekonomi, tetapi juga peluang untuk mengubah kebiasaan masyarakat. "Masyarakat bisa menggunakan tas belanja berbahan kain atau bahan lain yang dapat dipakai berulang kali," kata Marwan.

Langkah ini dinilai menjadi momentum bagi warga Natuna untuk mulai mengurangi ketergantungan pada produk berbahan plastik secara berlebihan. Dengan membawa tas belanja sendiri dari rumah, masyarakat tidak hanya menghemat biaya tambahan, tetapi juga berkontribusi mengurangi sampah plastik yang sulit terurai.

Kebijakan plastik berbayar ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka pendek yang menguntungkan semua pihak: pedagang tidak terbebani biaya tambahan, konsumen punya pilihan, dan lingkungan pun lebih terjaga.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks