KEPULAUAN RIAU — Baik Amerika Serikat maupun Australia datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Tim tuan rumah membuka perjalanan mereka dengan kemenangan telak 4-1 atas Paraguay. Sementara itu, Australia secara mengejutkan menundukkan Turki 2-0 pada pertandingan pertama.
Kepercayaan Diri The Stars and Stripes Setelah Bantai Paraguay
Tim asuhan Mauricio Pochettino tampil impresif sejak menit awal. Gol bunuh diri Damian Bobadilla pada menit ketujuh membuka keunggulan Amerika Serikat.
Folarin Balogun menjadi bintang lapangan dengan dua gol pada menit ke-31 dan ke-50. Penyerang itu tercatat sebagai pemain kedua dalam sejarah Amerika Serikat yang mampu mencetak lebih dari satu gol dalam satu laga Piala Dunia. Giovanni Reyna memastikan kemenangan lewat gol di masa tambahan waktu setelah Paraguay sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-73.
Hasil ini melanjutkan tren positif Amerika Serikat. Sebelumnya, mereka meraih kemenangan 3-2 atas Senegal dalam laga pemanasan dan hanya kalah tipis 1-2 dari Jerman.
Kiper Debutan Jadi Pahlawan Kemenangan Australia atas Turki
Australia datang sebagai tim underdog, tetapi berhasil membungkam prediksi miring. Nestory Irankunda dan Connor Metcalfe menjadi pencetak gol kemenangan atas Turki.
Yang paling menarik, Australia menghadapi tekanan besar sepanjang laga. Turki menguasai 72 persen penguasaan bola dan melepaskan 30 tembakan. Namun, pertahanan disiplin Australia mampu meredam serangan lawan.
Kiper Patrick Beach menjadi faktor utama. Dalam debut kompetitifnya bersama tim nasional, ia mencatatkan delapan penyelamatan penting. Beberapa pengamat sepak bola di Amerika Serikat sebelumnya memprediksi Australia akan finis di dasar klasemen grup dan menganggap mereka lawan yang relatif mudah. Kemenangan ini menjadi jawaban telak.
Rekor Pertemuan dan Status Tuan Rumah
Meski Australia datang dengan kepercayaan diri tinggi, Amerika Serikat tetap lebih diunggulkan. Kualitas skuad dan status tuan rumah menjadi modal utama. The Stars and Stripes juga memenangi dua pertemuan terakhir melawan Australia, termasuk kemenangan 2-1 pada Oktober 2025.
Duel di Seattle Stadium diperkirakan berlangsung sengit sejak menit pertama. Pemenang laga ini akan berada dalam posisi sangat kuat untuk melangkah ke babak gugur Piala Dunia 2026.