NATUNA — Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Itjenau resmi memulai Entry Meeting Audit Kinerja Tahun Anggaran 2026 di Markas Komando Lanud Raden Sadjad, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Kegiatan yang dipimpin Kolonel Tek Nimrod Parpunguan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, hingga 25 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Danlanud RSA menyebut kehadiran tim audit bukan sekadar pemeriksaan formal, melainkan sarana pembinaan untuk meningkatkan kualitas administrasi satuan. “Kami siap mendukung seluruh rangkaian audit dengan keterbukaan data dan informasi,” ujarnya.
Empat Bidang Pemeriksaan: Operasi hingga Keuangan
Audit kali ini menyasar empat sektor strategis di lingkungan Lanud RSA. Tim Wasrik akan menguji kepatuhan dan efektivitas program kerja di bidang operasi, umum, logistik, serta perbendaharaan dan keuangan.
Ketua Tim Wasrik Itjenau, Kolonel Tek Nimrod Parpunguan, menyebut audit kinerja merupakan instrumen penting untuk memastikan setiap program kerja dan anggaran berjalan efektif, efisien, dan sesuai ketentuan. Hal itu disampaikan mewakili Inspektur Jenderal TNI AU, Marsekal Muda TNI Easter Hariyanto.
Akuntabilitas Jadi Tekanan Utama
Danlanud RSA menekankan bahwa keterbukaan data menjadi kunci untuk memperkuat akuntabilitas dan profesionalisme pelaksanaan program di jajarannya. Pihaknya berharap hasil audit bisa menjadi masukan konkret untuk perbaikan ke depan.
“Kegiatan ini menjadi sarana memperoleh arahan dan masukan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas serta tertib administrasi satuan,” kata Onesmus dalam sambutannya di Ruang Rapat Mako Lanud RSA.
Selain sebagai alat kontrol, audit ini juga berfungsi sebagai pembinaan internal. TNI AU menargetkan organisasi yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan tugas pokok, terutama di pangkalan udara yang berada di wilayah perbatasan seperti Natuna.
Natuna: Posisi Strategis di Perbatasan
Lanud Raden Sadjad merupakan pangkalan udara tipe A yang berada di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Posisinya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikan pangkalan ini salah satu titik pertahanan udara strategis Indonesia. Audit kinerja di pangkalan semacam ini dinilai krusial untuk memastikan kesiapan operasional dan pengelolaan logistik yang akuntabel.