TANJUNGPINANG — Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepulauan Riau pada 2025 menempatkan provinsi ini di posisi ketiga nasional dengan skor 80,53, masuk kategori sangat tinggi. Peringkat itu hanya kalah dari DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menyebut prestasi itu tidak mudah diraih. “Saya tahu betul tidak mudah menyelenggarakan pendidikan dengan kondisi geografis Kepri yang terdiri atas 2.408 pulau ini,” ujarnya di sela Pelantikan Pengurus PW Persis Kepri di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Jumat.
Revitalisasi 60 Ribu Sekolah Nasional, Termasuk Kepri
Pemerintah pusat menargetkan revitalisasi sekitar 60 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia tahun ini. Kepri menjadi salah satu prioritas. Pada 2025, Gubernur Ansar Ahmad menyebut provinsinya mendapat bantuan revitalisasi untuk 107 sekolah dengan total anggaran sekitar Rp100 miliar.
Selain itu, sebanyak 1.933 papan digital interaktif telah didistribusikan ke satuan pendidikan di Kepri. Atip menargetkan setiap ruang kelas nantinya memiliki perangkat tersebut. “Mudah-mudahan pendapatan negara kita makin bertambah, sehingga ke depan tiap-tiap ruang kelas punya satu papan digital interaktif,” kata Atip.
Usulan 2026: 217 Sekolah Butuh Rp200 Miliar
Pemprov Kepri tidak berhenti di tahun ini. Untuk 2026, pemerintah daerah mengusulkan revitalisasi terhadap 217 sekolah dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp200 miliar. Hingga saat ini, bantuan yang telah tersalurkan mencapai Rp40 miliar.
Kebutuhan papan digital interaktif di Kepri masih besar. Ansar menyebut provinsi ini masih membutuhkan sekitar 5.799 unit untuk memenuhi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah.
Dua Sekolah Baru Dibangun di Batam dan Karimun
Tahun lalu, Kepri memperoleh bantuan pembangunan dua unit sekolah baru SMA di Batam dan Karimun. Tahun ini, giliran dua unit sekolah baru lagi dengan nilai masing-masing sekitar Rp8 miliar. “Ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kepri,” ujar Ansar.
Gubernur Ansar juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan besar terhadap sektor pendidikan di Kepri dari tahun ke tahun. Dukungan itu, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk mengejar ketertinggalan di daerah kepulauan.