NATUNA — Sebanyak 90 kursi pendidikan disediakan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Natuna melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi 32. Kuota tersebut terbagi rata untuk tiga jenjang, masing-masing 30 siswa untuk Sekolah Dasar (SD), 30 siswa untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 30 siswa untuk Sekolah Menengah Atas (SMA). Pendaftaran untuk tahun ajaran 2026/2027 ini sempat tertunda dan baru bisa dimulai setelah koordinasi antara Pemkab Natuna dengan Kementerian Sosial (Kemensos) rampung.
Sasar Keluarga dengan Desil Satu dan Dua
Bupati Natuna Cen Sui Lan menjelaskan bahwa calon peserta didik wajib berasal dari keluarga miskin yang masuk dalam kategori desil satu dan dua berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Rentang usia yang diperbolehkan adalah 7 hingga 20 tahun.
"Anak-anak yang dapat mengikuti Sekolah Rakyat berasal dari keluarga desil satu dan dua dengan rentang usia 7 sampai 20 tahun," ujar Cen di Natuna, Senin.
Petugas Dinsos Datangi Langsung Rumah Calon Siswa
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, proses penerimaan siswa baru di Sekolah Rakyat tidak dilakukan secara pasif. Petugas dari Dinas Sosial bakal mendatangi satu per satu rumah calon peserta didik untuk melakukan pendataan dan verifikasi. Metode ini dinilai lebih efektif menjaring anak-anak dari keluarga prasejahtera yang mungkin tidak memiliki akses informasi ke sekolah.
"Kita sudah mulai membuka penerimaan siswa di Sekolah Rakyat, kuotanya sebanyak 90 orang," kata Cen.
Natuna Satu-satunya Daerah yang Belum Punya Gedung Permanen
Menurut Cen, Kabupaten Natuna menjadi satu-satunya daerah penyelenggara Sekolah Rakyat di Indonesia yang belum memiliki gedung permanen. Meski begitu, Kemensos tetap memberikan izin pembukaan penerimaan peserta didik baru. Ia mengapresiasi dukungan tersebut karena dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah perbatasan.
Dengan dibukanya pendaftaran ini, diharapkan angka partisipasi sekolah di Natuna, khususnya dari kalangan tidak mampu, bisa meningkat secara signifikan. Pemkab Natuna terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan fasilitas sekolah yang lebih layak ke depannya.