BATAM — Delapan titik baru akan segera memiliki halte BRT Trans Batam yang representatif. Kepala UPT Trans Batam Dishub Batam, Bambang Sucipto, mengungkapkan bahwa proyek ini didanai penuh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Batam, dengan nilai investasi sekitar Rp90 juta untuk setiap unit halte.
"Tujuannya melengkapi fasilitas dan meningkatkan kenyamanan pengguna bus Trans Batam di titik-titik yang paling membutuhkan atau yang paling urgent," kata Bambang saat dihubungi di Batam, Selasa.
Lokasi Prioritas: Dari Rumah Sakit hingga Kawasan Masjid Raya
Pemkot Batam memprioritaskan pembangunan di titik-titik yang memiliki kebutuhan mendesak. Salah satu contohnya adalah halte di depan Rumah Sakit Awal Bros kawasan Casablanca, yang sebelumnya dibongkar karena proyek pelebaran jalan. "Nanti saat jalannya sudah selesai, halte akan segera kita bangun kembali," ujar Bambang.
Beberapa lokasi yang masuk dalam daftar rencana pembangunan meliputi:
- Kawasan Masjid Agung Batam
- Simpang Batu Besar
- Depan Lanud TNI AU Batu Besar
- Bundaran Base Camp
- Kampung Tengah Batu Besar
- Serta kawasan Casablanca di depan Rumah Sakit Awal Bros
Meski daftar ini sudah disusun, Bambang menegaskan bahwa titik pembangunan bisa mengalami penyesuaian sesuai kondisi lapangan. Seluruh pembangunan delapan halte ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
Tak Hanya APBD, Pemkot Ajak Swasta Lewat CSR
Untuk mempercepat penambahan fasilitas, Dishub Batam tidak hanya mengandalkan anggaran daerah. Pihaknya kini tengah mengajak perusahaan swasta berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Saat ini kami sedang menyurati sejumlah perusahaan," kata Bambang. Sebelumnya, pada 2025, Dishub Batam telah berhasil menambah 10 halte baru di sejumlah lokasi, seperti Halte Politeknik Negeri Batam, Halte Plamo Garden, dan Halte Pandawa. Kolaborasi dengan pihak swasta juga sudah terbukti berhasil, seperti pembangunan Halte K-Square yang diinisiasi oleh pusat perbelanjaan tersebut.
Fasilitas Bus Modern: CCTV hingga Aplikasi Pelacak
Peningkatan kualitas layanan tidak hanya berhenti pada pembangunan halte. Bambang memastikan armada Trans Batam sudah dilengkapi fasilitas terkini. Setiap bus kini memiliki lima kamera CCTV, pengisi daya telepon genggam (USB charger), serta pendingin ruangan (AC).
Fitur unggulan lainnya adalah sistem GPS terintegrasi yang bisa diakses masyarakat melalui aplikasi Sip TB. Melalui aplikasi ini, penumpang dapat mengetahui posisi dan waktu kedatangan bus secara langsung. Setiap unit bus juga dilengkapi layar video untuk menampilkan informasi perjalanan dan iklan layanan masyarakat.