Pencarian

Proyek Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat Siap Dilelang Juli 2026, Anggaran Rp101 Miliar untuk Peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda

Rabu, 01 Juli 2026 • 12:11:31 WIB
Proyek Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat Siap Dilelang Juli 2026, Anggaran Rp101 Miliar untuk Peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda
Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat siap dilelang Juli 2026 dengan anggaran Rp101 miliar.

TANJUNGPINANG — Sepuluh tahapan administrasi krusial telah rampung, membuka jalan bagi proyek strategis kebudayaan di Kepulauan Riau. Sekretaris Daerah Kepri Misni menyatakan bahwa monumen ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa Raja Ali Haji, sastrawan yang membakukan bahasa Melayu Pulau Penyengat melalui Gurindam Dua Belas pada 1847.

"Patung Raja Ali Haji sudah dibangun di Turkmenistan. Maka, sudah sewajarnya pula kita mewujudkan mimpi besar membangun Monumen Bahasa Nasional," kata Misni di Tanjungpinang, Selasa.

Anggaran Rp101 Miliar untuk 17 Bulan Pengerjaan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri Rodi Yantari merinci alokasi dana bersumber dari APBD. Sebesar Rp30,8 miliar disiapkan pada 2026 dan Rp70,2 miliar pada 2027, dengan total mencapai Rp101 miliar.

Pembangunan fisik direncanakan berlangsung selama 17 bulan. Groundbreaking dijadwalkan pada awal Agustus 2026, dihadiri perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

10 Syarat Administrasi Tuntas Sebelum Lelang

Rodi menjelaskan bahwa seluruh persyaratan telah diselesaikan, termasuk studi kelayakan, Detail Engineering Design (DED), dan nota kesepakatan antara Gubernur dan DPRD Kepri. Pemerintah juga telah mengamankan hibah lahan dari Pemkot Tanjungpinang kepada Pemprov Kepri.

Regulasi zonasi kawasan cagar budaya diperbarui melalui SK Wali Kota Tanjungpinang Nomor 145 Tahun 2026. Dokumen Kajian Dampak Cagar Budaya (KDCB) dan rekomendasi pembangunan di Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional Pulau Penyengat juga telah diterbitkan.

"Hasil reviu Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dari BPKP Kepri sudah kami terima. Seluruh tahapan harus mengikuti ketentuan yang berlaku agar proses pembangunan berjalan sesuai aturan," jelas Rodi.

Mengapa Monumen Ini Dibangun di Pulau Penyengat?

Pulau Penyengat diakui sebagai tempat lahirnya bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal Bahasa Indonesia. Bahasa yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda 1928 ini berakar dari bahasa Melayu yang dibakukan Raja Ali Haji melalui karya monumentalnya pada 1847.

"Monumen ini adalah mimpi masyarakat Kepri sekaligus hadiah bagi pulau kecil bernama Penyengat, tempat lahir bahasa yang kini mempersatukan seluruh bangsa Indonesia dan dikenal hingga tingkat internasional," ujar Misni.

Proses lelang dijadwalkan berlangsung satu bulan penuh pada Juli 2026. Setelah groundbreaking pada Agustus, pembangunan fisik akan segera dimulai dengan target peresmian pada 2028, bertepatan dengan seabad Sumpah Pemuda.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks