NATUNA — Personel TNI Angkatan Udara di pangkalan paling utara Indonesia itu tidak hanya berlatih siaga tempur di udara. Selasa lalu, puluhan personel Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna mengasah kemampuan menembak pistol di Lapangan Tembak Pasopati Shooting Range. Latihan ini melibatkan perwira, personel Pomau, personel intelijen, serta para pejabat Lanud RSA.
Kasiopslat Lanud RSA, Letkol Pnb Muhammad Qorie Prasetya, S.H., memberikan pembekalan teknik menembak pistol yang baik dan benar kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa disiplin dan prosedur keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap tahapan latihan.
Mengapa Personel Intelijen Juga Ikut Latihan Menembak?
Latihan ini tidak hanya diperuntukkan bagi personel yang bertugas di lapangan. Personel intelijen dan Polisi Militer TNI AU (Pomau) juga dilibatkan untuk memastikan setiap elemen di Lanud RSA memiliki kemampuan dasar yang sama dalam menggunakan senjata api. Hal ini menjadi bekal penting saat mereka menjalankan tugas pengamanan dan operasi di wilayah perbatasan.
Dalam arahannya, Kasiopslat mengingatkan seluruh peserta agar selalu mengutamakan faktor safety, mematuhi instruksi pelatih, serta menerapkan teknik menembak sesuai prosedur. "Terapkan teknik menembak sesuai prosedur untuk memperoleh hasil yang optimal," tegas Letkol Pnb Muhammad Qorie Prasetya di hadapan para peserta.
Latihan Berjalan Aman dan Lancar
Seluruh rangkaian latihan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemampuan personel guna menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara. Lanud RSA sendiri merupakan pangkalan TNI AU yang berada di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Latihan menembak pistol ini menjadi agenda rutin yang dijadwalkan secara berkala oleh Lanud RSA. Tujuannya, memelihara sekaligus meningkatkan kemampuan menembak personel sebagai bekal pelaksanaan tugas sehari-hari maupun dalam situasi darurat.