RANAI — Kabupaten Natuna menjadi daerah dengan porsi terbesar dalam program pengembangan perkebunan kelapa dalam yang didanai APBN Kementerian Pertanian tahun ini. Dari total 2.000 hektare yang dialokasikan untuk Provinsi Kepulauan Riau, Natuna memperoleh jatah 350 hektare—angka tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lain di provinsi tersebut.
Bersamaan dengan alokasi lahan, pemerintah pusat mengirimkan 38.500 batang bibit kelapa dalam varietas unggul lokal. Bibit tersebut akan digunakan untuk perluasan sekaligus peremajaan kebun kelapa milik masyarakat. Bupati Natuna Cen Sui Lan mengungkapkan bahwa perjuangan untuk mendapatkan bantuan ini sudah dimulai sejak akhir 2025, saat Pemkab Natuna mengusulkan pengembangan seluas 2.000 hektare dengan kebutuhan 220.000 batang bibit.
Enam Kecamatan Jadi Prioritas Tahap Awal
Program tahun ini menyasar enam kecamatan sebagai lokasi penanaman perdana. Menurut Cen Sui Lan, standar kebutuhan bibit mencapai 110 batang per hektare, sehingga total 38.500 batang yang diterima akan didistribusikan secara bertahap. “Semuanya kita sebarkan di enam kecamatan dulu Pak Wagub, nanti tahun depan mudah-mudahan kita bisa penuhi keperluan semua kecamatan,” ujarnya saat mendampingi Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura di Ranai, Rabu (1/7/2026).
Untuk tahun 2027, Pemkab Natuna sudah mengusulkan penambahan lahan seluas 1.650 hektare. Cen Sui Lan berharap usulan tersebut mendapat respons serupa dari Kementerian Pertanian dan Dirjen Perkebunan, mengingat komoditas kelapa dinilai sangat potensial dikembangkan di wilayah kepulauan tersebut.
Wagub Kepri Tinjau Langsung Pembibitan di Air Buluh
Usai agenda di Ranai, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura melanjutkan kunjungan ke lokasi pengembangan bibit kelapa varietas unggul lokal di Air Buluh, Desa Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan. Di tempat itu, sebanyak 39.600 bibit tengah dikembangkan untuk mendukung penanaman di lahan 350 hektare yang telah dialokasikan.
Nyanyang meninjau kesiapan bibit, berdialog dengan pengelola, serta mendiskusikan mekanisme distribusi kepada masyarakat. “Sektor perkebunan merupakan salah satu sektor strategis yang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di daerah,” tegasnya. Ia menambahkan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada bantuan bibit, melainkan juga sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan masyarakat dalam memastikan pengelolaan berkelanjutan.
Modal Besar untuk Sentra Kelapa Natuna
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam. Dengan alokasi lahan terbesar di Kepri, Natuna berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra pengembangan komoditas kelapa di provinsi tersebut. Cen Sui Lan menyebut bantuan ini memiliki arti strategis bagi masyarakat. “Bagi kami bantuan ini sangat luar biasa Pak Wagub. Kami bersyukur sekali dan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, khususnya Dirjen Perkebunan,” ucapnya.
Wagub Nyanyang turut mengapresiasi capaian Natuna. “Alhamdulillah, kami ucapkan selamat kepada Kabupaten Natuna. Di Kepri Natuna yang berhasil mendapatkan bantuan paling tinggi dan paling luas. Mudah-mudahan ini dapat mengakselerasi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya. Program peremajaan dan perluasan kebun kelapa ini ditargetkan berjalan secara bertahap hingga seluruh kecamatan di Natuna dapat merasakan manfaatnya.